PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN MONOSODIUM GLUTAMAT (BTM MSG) DI TINGKAT KELUARGA : Studi di Kelurahan Bebekan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo

AINUR ROFIDAH, 100210977 (2006) PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN MONOSODIUM GLUTAMAT (BTM MSG) DI TINGKAT KELUARGA : Studi di Kelurahan Bebekan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-rofidahain-2561-fkm130_-k.pdf

Download (346kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
24296.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

MSG telah beredar luas dan biasa digunakan di masyarakat dalam masakan karena fungsinya yang memperkuat rasa masakan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari penggunaan Bahan Tambahan Makanan Monosodium Glutamat (BTM MSG) di tingkat keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara pada 57 ibu yang memiliki bayi. Pengambilan sampel didapatkan dengan cara simple random sampling. Variabel bebas yang diteliti meliputi karakteristik ibu, karakteristik keluarga, dan ketersediaan MSG. Sedangkan variabel tergantungnya adalah penggunaan MSG di tingkat keluarga. Analisis yang digunakan adalah Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (94,74%) responden menggunakan MSG setiap memasak dalam bentuk kaldu karena lebih praktis. Sebagian besar (62,96%) menggunakan MSG dengan tujuan agar masakan lebih enak, sedangkan cara penggunaannya dengan menaburkan MSG saat masakan masih di atas kompor dengan dosis yang aman. Sebagian besar (68,52%) telah menggunakan MSG lebih dari tiga tahun dan tidak tabu bahan alternatif pengganti MSG. Pengujian hubungan dengan Fisher's Exact Test dengan α = 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu (p = 0,708), pendidikan ibu (p = 0,470), pekerjaan ibu (p = 0,237), pengetahuan ibu (p = 0,237), pendapatan keluarga (p = 0,708), suku bangsa keluarga (p = 1,000), pengalaman penyakit degeneratif keluarga (p = 0,109), dan ketersediaan MSG di tingkat keluarga (p = 0,150) dengan penggunaan MSG. Sebaiknya ditambahkan dosis penambahan MSG pada masakan, cara penggunaan, dan peringatan bahwa MSG tidak boleh ditambahkan pada makanan bayi pada kemasan MSG. Pemerintah sebaiknya membuat iklan layanan kesehatan untuk memberikan penjelasan lebih dalam mengenai MSG (meliputi status keamanan MSG, dosis/ takaran yang tepat, cara penggunaan dan lain – lain) melalui media yang paling Bering dan mudah diakses oleh masyarakat umum. Sebaiknya MSG tidak ditaburkan saat masakan masih di atas kompor atau saat mendidih karena MSG akan pecah menjadi zat-zat yang bersifat mutagenik dan karsinogenik sehingga dapat menyebabkan kelainan genetik dan memicu timbulnya kanker.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.130/06 Rof p
Uncontrolled Keywords: DIETARY SUPPLEMENT; MONOSODIUM GLUTAMATE
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM214-258 Diet therapy. Dietary cookbooks
T Technology > TP Chemical technology
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AINUR ROFIDAH, 100210977UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAnnis Catur Adi, , Ir.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 12 Oct 2006 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 18:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24296
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item