PERAN PETUGAS PENOLONG PERSALINAN DALAM MENDUKUNG INISIASI MENYUSU DINI : Di Rumah Sakit Ibu dan Anak IBI Surabaya

FITHRI NURNANINGTYAS, 100411447 (2008) PERAN PETUGAS PENOLONG PERSALINAN DALAM MENDUKUNG INISIASI MENYUSU DINI : Di Rumah Sakit Ibu dan Anak IBI Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-nurnaningt-8615-fkm75_08.pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
24360.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sesuai dengan (SDKI) 2007 Angka Kematian Bayi (AKB) masih berada pada kisaran 25 per 1000 kelahiran hidup. Upaya untuk mencegah kematian bayi baru lahir yang baru disosialisasikan di Indonesia sejak agustus 2007 adalah melalui Inisiasi Menyusu Dini IMD. Pemberian ASI sejak dini dapat memberikan efek perlindungan pada bayi dan balita dari penyakit infeksi. Oleh karena itu, disarankan untuk memberi ASI bayi segera mungkin yaitu dalam waktu 1 jam sesaat setelah bayi lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan petugas penolong persalinan dalam melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di ruang bersalin pada ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Peneltian ini sebagai gambaran awal suatu gerakan MD yang dilakukan pemerintah untuk mendukung pemberian ASI secara eksklusif pada bayi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah petugas penolong persalinan di RSIA IBI Surabaya. Subyek penelitian adalah 8 orang petugas penolong persalinan di ruang bersalin RSIA IBI Surabaya, 9 orang ibu yang melahirkan normal di RSIA IBI Surabaya, 1 orang wadir pelayanan medik, I orang Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Surabaya. Penelitian ini dilakukan di RSIA IBI Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMD terkait oleh faktor pendorong, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Faktor pendorong dalam melakukan IMD belum maksimal karena pengetahuan,motivasi dan tindakan yang masih kurang, walaupun sikapnya sudah positif. Sedangkan faktor pemungkin masih kurang mendukung terjadinya IMD, karena tidak ada permintaan ibu melahirkan melakukan IMD dan informasi tentang IMD masih kurang. Faktor penguat terjadinya IMD di ruang bersalin yaitu adanya kebijakan yang telah ditetapkan oleh rumah sakit ataupun organisasi profesi tentang pelaksanaan IMD. Namun hingga saat ini belum ada kebijakan yang mengikat agar petugas penolong persalinan melaksanakan IMD. Kesimpulan penelitian ini adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat diterima oleh petugas penolong persalinan. Namun pelaksanaan inisiasi menyusu dini masih belum dilakukan secara sempurna. Oleh karena itu diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi pada petugas penolong persalinan. Selain itu memberikan informasi mengenai persiapan melahirkan dan persiapan menyusui bagi ibu hamil serta membuat kebijakan IMD yang dapat mengikat penolong persalinan dalam melakukan IMD khususnya pada persalinan normal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 75/08 Nur p
Uncontrolled Keywords: Inisiasi menyusu dini (IMD), ASI, Petugas penolong persalinan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG651-721 Labor. Parturition
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku
Creators:
CreatorsEmail
FITHRI NURNANINGTYAS, 100411447UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorShrimarti Rukmini Devi, Dra.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 28 Jan 2009 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 20:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24360
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item