FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANSIETAS/NEUROSIS CEMAS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLI PSIKIATRI DAN PSIKOLOGI RSD SIDOARJO

DYAH SISCHASARI, 100210997 (2008) FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANSIETAS/NEUROSIS CEMAS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLI PSIKIATRI DAN PSIKOLOGI RSD SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-sischasari-8940-fkm32_0-f.pdf

Download (532kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-sischasari-8940-fkm32_0-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kecemasan dapat ditimbulkan dari akumulasi stres yang terus bertarnbah. Gangguan cemas (ansietas) adalah salah satu jenis gangguan jiwa non psikosis yang merupakan gangguan utama dalam kelompok neurosis, sedangkan gangguan jiwa yang tergolong neurosis itu sendiri adalah suatu kesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tidak dapat diselesaikannya suatu kontlik tak sadar. Penelitian ini bertiujuan untuk menganalisis besarnya faktor risiko terhadap kejadian ansietas pada penderita ansietas di Poli Psikiatri dan Psikologi RSD Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain studi kasus kontrol. Besar sampel yang digunakan adalah 48 orang responden yang terdiri dari kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:3. Analisis dengan menggunakan Odds Ratio pada 95% Cl. Variabel yang diteliti adalah faktor herediter, stres emosional dan sires kerja terhadap kejadian ansietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko orang yang memiliki faktor herediter adalah 25 kali lebih besar dibandingkan yang tidak memiliki faktor herediter (OR=25; 95% C1=2,518-248,179), risiko orang yang stres emosional adalah 9 kali lebih besar dibandingkan yang tidak stres emosional (OR=9; 95% Cl 1,931-40,691), risiko perempuan dan laki-laki yang stres emosional adalah sama yaitu 9 kali lebih besar dibandingkan yang tidak stres emosional. Risiko orang yang stres kerja adalah 8,5 kali lebih besar dibandingkan yang tidak stres kerja (OR=8,5; 95% CI=1,318-54,817), risiko laki-laki tidak teridentifikasi sedangkan risiko perempuan yang stres kerja 3 kali lebih besar dibandingkan yang tidak sires kerja (OR=3; 95% CI=0,203-44,359). Dapat disimpulkan bahwa faktor herediter, stres emosional dan styes kerja merupakan faktor risiko yang dapat menimbulkan kejadian ansietas, dan diperlukan adanya suatu pengendalian terhadap faktor risiko khususnya stres emosional dan stres kerja agar tidak terjadi ansietas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 32/08 Sis f
Uncontrolled Keywords: Ansietas/kecemasan, faktor risiko
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DYAH SISCHASARI, 100210997UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAtik Choirul Hidajah, dr.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 06 Feb 2009 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 11:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24381
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item