PERUBAHAU JUMLAH SEI SPERMATOGENIK SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK AKAR GINSENG JAWA DAN GINSENG KOREA DENGAN LAMA WAKTU BERBEDA.

Dhian Risnayati, 080312710 (2007) PERUBAHAU JUMLAH SEI SPERMATOGENIK SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK AKAR GINSENG JAWA DAN GINSENG KOREA DENGAN LAMA WAKTU BERBEDA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
11.pdf

Download (152kB)
[img] Text (FULL TEXT)
24391.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ginseng Jawa (7atinum paniculatum Gaertn.) merupakan tanaman obat tradisional yang dikenal lokal, mempunyai efek farmakologis yang sama dengan ginseng Korea (Panax ginseng C. A. Meyer) yang dikenal secara global, yaitu sebagai tonikum dan aprodisiaka. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan secara langsung pengaruh ekstrak akar ginseng Jawa dan ginseng Korea dengan lama waktu pemberian berbeda terhadap perubahan jumlah sel spermatogenik dan tebal epitel tubulus seminiferus pada kadar testosteron rendah. Penelitian ini menggunakan 48 ekor mencit (Mur musculus) jantan dewasa, strain BALB-C, berumur 9-10 minggu, dengan berat 25-35 gram, yang dibagi kedalam 4 kelompok. Dua kelompok kontrol, terdiri dari kontrol positif dengan pemberian berupa aquades, dan kontrol negatif dengan pemberian estrogen sintetik 0,5 ml/hari setara dengan ethynil estracliol (EE) 2,8 μg/100 g BB/hari, dan dua kelompok perlakuan, terdiri dari perlakuan ekstrak akar ginseng Jawa 0,25 ml/hari setara 9,8 mg/100 g BB/hari + estrogen 0,25 ml/hari setara dengan EE 2,8 µg/100 g BB/hari, dan perlakuan ekstrak akar ginseng Korea 0,25 ml/hari setara 9,8 mg/100 g BB/hari + estrogen 0,25 ml/hari setara dengan EE 2,8 µg/100 g BB/hari. Keempat kelompok dibagi lagi kedalam 3 kelompok berdasarkan lama waktu pemberian perlakuan yaitu selama 9, 18 dan 27 hari. Pada hari terakhir perlakuan, testis mencit diambil dan difiksasi dengan lautan buffer formalin, kemudian diiris dengan metode parafin dan pewarnaan Haematoxyline-Eosin. Pengamatan dilakukan pada tubulus seminiferus bulat pada tahap 7 siklus epitelium dengan perbesaran 400x, sebanyak 5 lapang pandang. Semua data yang terkumpul dianalisis menggunakan Anava dua arah dengan P<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian ekstrak akar ginseng Jawa terhadap spermatogenesis lebih baik dari ginseng Korea. Lama waktu pemberian 27 hari terbaik untuk perlakuan ginseng Jawa terhadap jumlah sel spermatogenik, dan untuk ginseng Korea terhadap jumlah spermatosit 1, sedangkan lama pemberian 18 hari terbaik untuk ginseng Korea terbadap jumlah sel spermatid oval. Secara keseluruhan, interaksi antara perlakuan ginseng Jawa dengan lama waktu pemberian 27 hari terbaik untuk spermatogenesis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB 18/08 Ris p
Uncontrolled Keywords: SPERMATOGENESIS; GINSENG
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
Q Science > QK Botany
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi
Creators:
CreatorsEmail
Dhian Risnayati, 080312710UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDwi Winami, Dra. , M.SiUNSPECIFIED
ContributorRai Pidada, Drs. L B. , M.Si.,UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 02 Apr 2009 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 20:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24391
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item