PENGARUH EKATRAK JAMUR CORIOLUS VERSICOLOR TERHADAPJUMLAH TOTAL LEUKOSIT DAN MAKROFAG PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) AKIBAT INDUKSI 2-METHOXYETHANOL (2-ME)

Aimmatus Saniyah, 080312644 (2007) PENGARUH EKATRAK JAMUR CORIOLUS VERSICOLOR TERHADAPJUMLAH TOTAL LEUKOSIT DAN MAKROFAG PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) AKIBAT INDUKSI 2-METHOXYETHANOL (2-ME). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-saniyahaim-9548-mpb160-k.pdf

Download (438kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-saniyahaim-9608-mpb1608.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ekstrak jamur Coriolus versicolor memiliki bahan aktif berupa polisakarida krestin (PSK). PSK ini memiliki komponen utama berupa B glukan dan pada sel-sel imunokompeten memiliki reseptor B glukan, sehingga pemberian ekstrak jamur Coriolus versicolor diduga dapat meningkatkan sel imunokompeten terutama jumlah total leukosit dan makrofag. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan peningkatan jumlah total leukosit dan makrofag dengan pemberian ekstrak jamur Coriolus versicolor akibat induksi 2-ME dengan waktu pemberian yang berbeda. Ekstrak jamur Coriolus versicolor (CV) yang digunakan dosis 300 mg/kg BB yang diberikan secara gavage dan larutan 2-ME dosis 11 mmol/kg BB yang diberikan dengan injeksi pada cavum peritoneum. Penelitian ini menggunakan 30 tikus putih umur 3-4 bulan, yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. K (kontrol), Pl (diinduksi dengan 2-ME), P2 (diberi ekstrak jamur Coriolus versicolor sebelum induksi 2-ME), P3 (diberi ekstrak jamur Coriolus versicolor sesudah induksi 2-ME), P4 (diberi ekstrak jamur Coriolus versicolor sebelum dan sesudah induksi 2-ME). Penghitungan jumlah total leukosit dan makrofag menggunakan Haemocytometer Improve Neubauer. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis terhadap rerata jumlah total leukosit dan makrofag menggunakan uji ANOVA, selanjutnya jika ada perbedaan dilakukan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan yang diberi 2-ME jumlah total leukosit mengalami penurunan jika dibanding dengan kontrol, tetapi pada jumlah total makrofag mengalami peningkatan. Sedangkan pada perlakuan yang diberi ekstrak jamur Coriolus versicolor terjadi peningkatan jumlah total leukosit sebelum induksi 2-ME (7000,000 ± 664,831 sel/mm3), sesudah induksi 2-ME (8136,667 ± 1179,944 sel/mm3), serta sebelum dan sesudah induksi 2-ME (8258,333 ± 537,975 sel/mm3). Jumlah total makrofag yang diberi ekstrak jamur Coriolus versicolor juga meningkat baik sebelum induksi 2-ME (3270,833 ± 803,961 sel/mm3), sesudah induksi 2-ME (3750,000 ± 666,146 sel/mm3), serta sebelum dan sesudah induksi 2-ME (4354,167 ± 940,135 sel/mm3). Waktu optimum pemberian ekstrak jamur Coriolus versicolor adalah sesudah induksi 2-ME, sebelum dan sesudah induksi 2-ME. Kesimpulannya, menunjukkan hasil bahwa ekstrak jamur Coriolus versicolor dapat meningkatkan jumlah sel imunokompeten terutama jumlah total leukosit dan makrofag.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB 16 /08 San p
Uncontrolled Keywords: CORIOLUS; IMMUNE RESPONES-REGULATION
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA396 Regulation of medical education. Licensure
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Aimmatus Saniyah, 080312644UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSri Puji Astuti Wahyuningsih, Dra., M.SiUNSPECIFIED
ContributorWin Darmanto, Prof. Drs. , M.Si., Ph.D.,UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 22 May 2009 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 13:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24404
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item