PENGHAMBATAN KOROSI BESI DALAM LARUTAN HCIO4 DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK KASAR SIDEROPHORE YANG DIISOLASI DARI Azotobacter vitselandii

IDA FATMAWATI, 080212457 (2006) PENGHAMBATAN KOROSI BESI DALAM LARUTAN HCIO4 DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK KASAR SIDEROPHORE YANG DIISOLASI DARI Azotobacter vitselandii. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
211.pdf

Download (192kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
24406.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak kasar siderophore hasil isolasi dari Azotobacter vinelandii untuk menghambat korosi besi dalam larutan HC1O4 0,3N. Ekstrak kasar siderophore dihasilkan secara ekstraseluler oleh bakteri Azotobacter vinelandii dalam media Lactose Broth. Supernatan yang telah dipisahkan dari peletnya diliofilisasi sehingga diperoleh produk kasar dengan berat 2,4552 g/100 mL. Senyawa siderophore dideteksi dari warna hijau yang berpendar di bawah sinar UV 380 run. Identifikasi ekstrak kasar siderophore dilakukan dengan analisis gugus aktif siderophore dengan uji Benedict (analisis gugus katekol) dan uji Biuret (analisis gugus hidroksamat). Hasil identifikasi menunjukkan senyawa ekstrak kasar siderophore hasil isolasi dari Azotobacter vinelandii mempunyai gugus aktif berupa gugus katekol dan gugus hidroksamat. Kemampuan ekstrak kasar siderophore dalam menghambat korosi dalam larutan HC1O4 0,3N dapat diketahui dengan 2 cara: (1) Mengukur laju korosi besi dengan metode polarisasi secara penetesan dan pelapisan dan (2) mengukur kadar besi terlarut dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrometry). Ekstrak kasar siderophore yang diisolasi dari Azotobacter vinelandii mampu menghambat korosi besi dalam larutan HC1O4 0,3N. Pengukuran ekstrak kasar siderophore cara penetesan dan cara pelapisan (metode polarisasi) dengan variasi volume memberikan pengaruh berbeda terhadap laju korosi besi dalam larutan HC1O4 0,3N. Pemberian ekstrak kasar siderophore dengan cara penetesan memberikan hasil yang lebih baik daripada metode pelapisan, dengan harga optimal penambahan siderophore 10 mL menghasilkan laju korosi besi 1,2254 x 10-2 ttA/cm 2 dengan efisiensi siderophore 45,48 %, sedangkan laju korosi metode pelapisan sebesar 1,2350 x 10-2 RA/cm-2 dengan efisiensi siderophore 45,05 %. Kadar besi terlarut 0,8376 ppm/cm2 pada inkubasi 2 jam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPK.15/06 Fat p
Uncontrolled Keywords: SIDERO PHORES; IRON-CORROSION
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Kimia
Creators:
CreatorsNIM
IDA FATMAWATI, 080212457UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPurkan, S.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 22 Sep 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 20:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24406
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item