PERBEDAAN KEPUASAN HIDUP LANJUT USIA DITINJAU DARI STATUS PERKAWINAN

WIDORETNO KRISTININGRUM, 119810250 (2006) PERBEDAAN KEPUASAN HIDUP LANJUT USIA DITINJAU DARI STATUS PERKAWINAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
2110.pdf

Download (222kB)
[img] Text (FULL TEXT)
24432.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada perbedaan kepuasan hidup lanjut usia ditinjau dari status perkawinan. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian ini adalah: variabel bebas berupa status perkawinan, variabel terikat berupa tingkat kepuasan hidup lanjut usia. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling nonprobability sampling secara purposive, yaitu peneliti menentukan subyek yang sesuai dengan kriteria, peneliti akan langsung meminta kesediaan untuk dijadikan sampel penelitian. Kriteria untuk sampel penelitian adalah orang-orang lanjut usia yang tergabung dalam Perkumpulan Pensiunan Para Pegawai Pajak. Metode pengumpulan data menggunakan skala tingkat kepuasan hidup yang berbentuk skala Likert yang dimodifikasi. Dari uji validitas item alat ukur berupa skala kepuasan hidup memiliki korelasi pada kisaran antara 0,3327 sampai dengan 0,7312, sedangkan koefisien reliabilitas yang diuji menggunakan teknik Alpha Cronbach menunjukkan basil sebesar 0,9229. Hasil analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji analisis varians yang menghasilkan nilai F sebesar 0,671 dengan p=0,515 untuk taraf signifikansi sebesar 5%. Dari nilai p yang lebih besar dari 0,05, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan kepuasan hidup lanjut usia yang signifikan ditinjau dari status perkawinan. Skor kepuasan hidup janda dan duda yang termasuk dalam kategori sedang — tinggi menunjukkan bahwa mereka sudah bisa beradaptasi kehilangan pasangan karena mereka sudah kehilangan pasangan cukup lama, dan juga sebelum pasangannya meninggal, mereka mengalami sakit menahun. Kondisi ini membuat subyek siap mengantisipasi keadaan (anticipatory grief). Dari basil pengamatan peneliti, para janda dan duda kebanyakan tinggal bersama dengan keluarga dekatnya, seperti anak, saudara atau cucu. Kalaupun mereka tidak tinggal bersama, mereka sering mengunjungi atau dikunjungi keluarganya, oleh karena itu proses penyesuaian diri atas kehilangan pasangan berjalan lebih baik karena adanya dukungan sosial terutama berasal dari keluarganya. Lebih lanjut, data tambahan lain dari subyek penelitian antara lain kondisi kesehatan yang baik, tingkat pendidikan yang cukup tinggi, dan pendapatan sewaktu pensiun yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, semua keadaan yang disebutkan diatas merupakan faktor yang dapat mendukung tercapainya kepuasan hidup.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB Psycho Corner 94/06 Kri p
Uncontrolled Keywords: SATISFACTION; PERFORMANCE ANXIETY
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
WIDORETNO KRISTININGRUM, 119810250UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDrs. Sudayono, SUUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 27 Dec 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 20:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24432
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item