PENGARUH PEMBERIAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) DAN EM-4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus var. Betet)

ISHARDINI DEWI JAYANTI, 080212468 (2007) PENGARUH PEMBERIAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) DAN EM-4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus var. Betet). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
30.pdf

Download (234kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
24657.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian CMA, EM-4, dan kombinasinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus var. Betet). Penelitian ini hersifat eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 5 ulangan dengan uji faktorial 4x4. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian CMA dengan dosis 10, 20, dan 30 g, EM-4 dengan dosis 1, 2, dan 3 ml, dan kombinasi CMA dan EM-4. Penelitian ini dilakuan di rumah kaca dengan cara menyemai 2 biji kacang hijau dalam tiap-¬tiap polibag berisi 2 kg tanah kebun yang telah dicampur dengan CMA, EM4, dan kombinasinya sesuai perlakuan dan diberi pupuk NPK 0,1 g/kg tanah. Tanaman dipanen pada usia 20, 40, dan 60 hari. Parameter yang diamati adalah panjang akar, panjang tajuk, berat basah tanaman, berat kering tanaman, produksi tanaman, dan infeksi CMA. Data pada hari ke-20, 40, dan 60 dianalisis secara statistik menggunakan ANAVA pada taraf 5%. Pengamatan infeksi mikoriza dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan hahwa pemberian berhagai konsentrasi CMA pada umur 60 hari tidak herpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman (a>0,05). Panjang tajuk tertinggi pada perlakuan 10 g CMA (59,63 cm); sedangkan untuk panjang akar pada 20 g CMA, (18,48 cm); berat basah tanaman pada 30 g CMA (19,38 g); berat kering tanaman pada 30 g CMA (5,17 g); berat polong pada kontrol (2,25 g); dan bet-at biji pada perlakuan 30 g CMA (1,53 g). Pemberian berhagai konsentrasi EM4 pada umur 60 hari tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman (a>0,05). Panjang tajuk tertinggi pada perlakuan 2 ml EM4 (57,13 cm); sedangkan untuk panjang akar pada 3 ml EM4 (18,20 cm); berat basah tanaman pada 2 ml EM4 (23,27 g); berat kering tanaman pada 1 ml EM4 (4,80 g); berat polong pada 2 ml EM4 (3,95 g); dan berat biji pada kontrol (1,35 g). Pemberian kombinasi EM4 dengan CMA pada umur 60 hari, herpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman (a<0,05). Panjang tajuk tertinggi pada perlakuan kombinasi 3 ml EM4 dengan 20 g CMA (60,38 cm); sedangkan untuk panjang akar pada kombinasi 2 ml EM4 dengan 30 g CMA (19,60 cm); berat basah tanaman pada kombinasi 1 ml EM4 dengan 30 g CMA (20,44 g); berat kering tanaman pada kombinasi 2 ml EM4 dengan 20 g CMA (6,10 g); berat polong pada kombinasi 1 ml EM4 dengan 10 g CMA (2,87 g); dan berat biji pada kombinasi 1 ml EM4 dengan 10 g CMA (1,7 g).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB 07/07 Jay p
Uncontrolled Keywords: MYCORRHIZAL FUNGI; MUNG BEAN
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ISHARDINI DEWI JAYANTI, 080212468UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDr. Ir. Tini Surtiningsih, DEAUNSPECIFIED
ContributorDra. Thin Soedarti, CESAUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 22 May 2008 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 21:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24657
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item