Pola Reproduksi Teripang Phyllophorus sp. di Selat Madura pada Periode Mei, Juni, dan Juli 2012

Nurul Insani Shullia, - (2013) Pola Reproduksi Teripang Phyllophorus sp. di Selat Madura pada Periode Mei, Juni, dan Juli 2012. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-shullianur-30942-mpb.05-1-p.pdf

Download (259kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri struktur morfologi dan histologi gonad Phyllophorus sp. serta mengetahui pola reproduksi Phyllophoru.'l' sp. di Selat Madura berdasarkan indeks gonad dan tahap perkembangan gonad pada periode Mei, Juni, dan Juli 2012. Sampel Phyllophorus sp. sebanyak 20-25 individu perbulan diambil di Selat Madura. Sampel kemudian diukur berat basah lalu dibedah dan dikeluarkan gonadnya la1u diamati warna gonad. Berat gonad kemudian diukur untuk menghitung nilai Indeks Gonad (IG). Tiga tubulus gonad diambil dan dibuat sayatan melintang dengan metode parafin. Pada penampang histologi gonad diamati tebal dinding, diameter oosit, dan jenis oosit. Perbedaan IG betina setiap bulan diuji menggunakan uji Anova satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan sedangkan perbedaan IG jantan diuji dengan Brown-Forsythe dan dilanjutkan dengan uji Games-Howell (a=0,05). Untuk meIihat korelasi antara fase perkembangan gonad dan tebal dinding tubulus digunakan uji korelasi Spearman. Gonad Phylloporus sp. terdiri atas tubuli dengan panjang 1-2 em, berwana coklat pada gonad jantan dan hijau pada gonad betina. Ada perbedaan nilai IG jantan dan IG betina pada bulan Mei, Juni, dan Juli 2012. Indeks gonad bulan Mei dan Juli 2012 tidak berbeda nyata tetapi keduanya berbeda nyata dengan bulan Juni 2012 sebesar 0,002 pada gonad jantan dan 0,000 pada gonad betina. Dinding tubulus cukup tebal dan menipis seiring kematangan gonad. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa semakin matang gonad, semakin tipis pula dinding tubulus. Pada gonad betina dapat diamati oosit previtelogenik «150 !lm) !lm, oosit vitelogenik (150~350 !lm), dan oosit post vitelogenik (>350 !lm). Pola reproduksi Phylloporus sp. bersifat asinkron. Perkembangan gonad pada bulan Mei, Juni, dan Juli 2012 menggambarkan berbagai fase perkembangan. yang metiputi fase recovery (pemulihan), growth (pertumbuhan), advanced growth (pertumbuhan tingkat lanjut), mature (pematangan), dan cifter spawning (setelah memijah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB 05/13 Shu p (Fulltext tidak tersedia)
Uncontrolled Keywords: Phylloporus sp., reproduction pattern, and gonadal development phase
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Nurul Insani Shullia, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Oct 2013 12:00
Last Modified: 13 Oct 2016 06:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24983
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item