STRUKTUR. DAN PERKEMBANGAN EMBRIO SOMATIK DARI KALUS EKSPLAN SEGMEN PANGKAL DAUN ANGGREK BULAN Phalaenopsis amabilis (L.) Bl. MELALUI PERLAKUAN NAA DAN BA

Handoyo, Christina, NIM. 080312651 (2009) STRUKTUR. DAN PERKEMBANGAN EMBRIO SOMATIK DARI KALUS EKSPLAN SEGMEN PANGKAL DAUN ANGGREK BULAN Phalaenopsis amabilis (L.) Bl. MELALUI PERLAKUAN NAA DAN BA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-handoyochr-9699-mpb050-k.pdf

Download (430kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
25198.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Phalaenopsis amabilis (L.)Bl merupakan salah satu anggrek kebanggaan nasional yang keberadaanya perlu dilestarikan. Salah satu pelestarian yang dapat dilakukan adalah melalui kultur jaringan untuk mendapatkan embrio somatic. Dalam penelitian ini hendak dicari kombinasi hormon terbaik untuk menginduksi terbentuknya kalus, kalus embriogenik dan embrio somatik, serta struktur embrio somatik yang terbentuk dari kultur semen pangkal daun anggrek Phalaenopsis amabilis (L)BL. Segmen pangkal daun yang diperoleh dan planlet hasil, perkembangan dari biji digunakan sebagai eksplan untuk mendapatkan embrio somatic. Media dasar yang digunakan adalah New Phalaenopsis Medium (NPM) yang diperkaya dengan 20 g/L sukrosa, vitamin (0-1 mg/L Thyamine HCl, 0.5 mg/L Pyridoxine HCI, 0.5 mg/L Nicotinic Acid 2.0 mg/L Glysine, 100 mg/L Myo-inositol), 20 mg/L sistein, dan 8 g/L agar. Penelitian dilakukan melalui 3 tahap. Tahap induksi kalus dan kalus embriogenik dilakukan dengan menanam eksplan pada media dengan perlakuan kombinasi auksin (NAA) dan sitokinin (BA) dalam 9 perlakuan (B0N0; B0,5No ; B0,5N0,1 ; B0,5N0,5; B0,5N1 ; B1N0 ; B1N0.1; B1N0,5 ; B1N1). Tahap induksi embrio somatik dilakukan dengan menanam eksplan pada media pada 3 kombinasi hormon (B0,5N0,1 dan B1N1) Tahap diferensiasi embrio somatik membentuk organ dilakukan dengan menanam eksplan dalam media tanpa penambahan hormon. Pengamatan dilakukan dengan mengamati lama waktu (hari) terbentuknya kalus, kalus embriogenik dan PLB, persentase eksplan membentuk kalus, kalus embriogenik dan PLB, warna dan tekstur kalus, dan pengamatan histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B0.5N0 adalah perlakuan terbaik untuk menginduksi terbentuknya kalus dengan rerata lama waktu inisiasi 22,5 hari dan 90% eksplan membentuk kalus. Kalus yang dihasilkan dari perlakuan tersebut memiliki tekstur granul dengan sitoplasma yang jernih. Kalus embriogenik dapat diindulisi paling banyak pada perlakuan B0.5N1 dan B1N0 (70%), namun waktu pembentukan tercepat pada perlakuan B0.5N1 (69 ± 31,1020 hari). Embrio somatik terbentuk paling cepat pada pelakuan B0.5N0 dengan rerata lama waktu pembentukan PLB selama 94.67 hari sedangkan persentase eksplan yang membentuk PLB paling besar pada pelakuan B1N0,1 yaitu sebesar 46.67%. Pengamatan irisan histologi menunjukkan bahwa embrio somatik (PLB) yang terbentuk berasal dari jaringan parenkim mesofil dan struktur embrio yang terbentuk bersifat unipolar. Planlet yang terbentuk dari embrio somatik memiliki ukuran yang lebih kerdil jika dibandingkan dengan planlet dari perkembangan embrio zigotik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB. 05/08 Han s
Uncontrolled Keywords: SOMATIC EMBRYOGENESIS; PHALAENOPSIS; ORCHIDS
Subjects: Q Science > QK Botany > QK640-707 Plant anatomy
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsEmail
Handoyo, Christina, NIM. 080312651UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEdy Setiti Wida Utami, Dra., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 23 Mar 2009 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 17:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/25198
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item