STUDI PROSES SAKARIFIKASI DAN PRODUKSI BIOETANOL MELALUI FERMENTASI HIDROLISAT LIKUIFAKSI SERBUK SINGKONG OLEH SACCHAROMYCES CEREVISIAE REKOMBINAN GLO1 (STUDIES SACCHARIFICATION PROCESS AND BIOETHANOL PRODUCTION THROUGH FERMENTATION OF LIQUEFACTION HYDROLYSATE CASSAVA POWDER BY SACCHAROMYCES CEREVISIAE RECOMBINANT GLO 1)

ELOK LUH UTAMI, 080513322 (2009) STUDI PROSES SAKARIFIKASI DAN PRODUKSI BIOETANOL MELALUI FERMENTASI HIDROLISAT LIKUIFAKSI SERBUK SINGKONG OLEH SACCHAROMYCES CEREVISIAE REKOMBINAN GLO1 (STUDIES SACCHARIFICATION PROCESS AND BIOETHANOL PRODUCTION THROUGH FERMENTATION OF LIQUEFACTION HYDROLYSATE CASSAVA POWDER BY SACCHAROMYCES CEREVISIAE RECOMBINANT GLO 1). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-utamielokl-16390-mpk401-k.pdf

Download (377kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-utamielokl-14795-mpk401-s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (785kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian untuk mengetahui kemampuan Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1 melakukan proses sakarifikasi dalam produksi bioetanol melalui fermentasi telah dilakukan. GLO merupakan gen penyandi enzim glukoamilase yang berperan dalam proses sakarifikasi sehingga Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1 dapat menghasilkan glukosa bebas dari dekstrin. Produksi bioetanol dilakukan melalui fermentasi hidrolisat likuifaksi serbuk singkong yang diperoleh melalui proses likuifaksi menggunakan enzim α-amilase. Proses likuifaksi dilakukan dengan metode Chamsart et al. (2005) yaitu dengan membuat adonan serbuk singkong dengan konsentrasi pati 20% (b/v), dan penambahan enzim α-amilase 0,04% (v/b). Proses likuifaksi dilakukan selama 2 jam. Hidolisat likuifaksi yang diperoleh selanjutnya ditentukan derajat hidolisisnya melalui penentuan dextrose equivalent (DE). Produksi bioetanol dilakukan melalui fermentasi hidrolisat likuifaksi dengan variasi kadar hidrolisat yaitu dengan kadar 1,5%;2,5%;3,5%;4,5% dan 5,5%. Fermentasi dilakukan selama 7 hari. Sedangkan pengamatan terhadap proses sakarifikasi dilakukan dengan menentukan kadar glukosa selama fermentasi menggunakan metode penentuan gula pereduksi. Kadar bioetanol yang diperoleh ditentukan menggunakan alat alkoholmeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DE hidrolisat likuifaksi sebesar 89,44. Melalui penentuan kadar glukosa, proses sakarifikasi oleh Saccharomyces cerevisiae rekombinan GLO1 dapat diamati, yaitu dengan adanya kenaikan kadar glukosa selama proses fermentasi. Dari fermentasi hidrolisat likuifaksi serbuk singkong pada berbagai variasi konsentrasi hidrolisat dengan DE 89,44 tidak diperoleh bioetanol.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPK 40 / 10 Uta s
Uncontrolled Keywords: SACCHARIFICATION; FERMENTATION
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Kimia
Creators:
CreatorsEmail
ELOK LUH UTAMI, 080513322UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAfaf Baktir, Dr. , M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 02 Apr 2011 12:00
Last Modified: 03 Oct 2016 11:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/25321
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item