AKTIVASI GETAH PEPAYA DENGAN SISTEIN DAN PEMANFAATANNYA DALAM PENGAWETAN NIRA SIWALAN

Maria Widhiajeng Astuty, 080112383 (2005) AKTIVASI GETAH PEPAYA DENGAN SISTEIN DAN PEMANFAATANNYA DALAM PENGAWETAN NIRA SIWALAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-astutymari-2166-kkckkm-k.pdf

Download (382kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
25348.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas proteolitik getah pepaya yang telah diaktivasi dengan sistein dan pengaruhnya terhadap pengawetan nira siwalan. Aktivasi getah pepaya dilakukan dengan menambahkan larutan sistein 0,025 M ke dalam getah pepaya, dan kemudian dikeringkan dengan sinar matahari, sehingga diperoleh crude papain (pepaya kasar). Crude papain dengan dan tanpa sistein yang diperoleh selanjutnya ditentukan aktivitas proteolitiknya dengan metode spektrofotometri. Hal ini dilakukan dengan cara mereaksikan crude papain dengan substrat kasein pada suhu 65°C selama 10 menit. Sedangkan pemanfaatan crude papain pada pengawetan nira siwalan ditentukan dengan cara mengukur kadar gala pereduksinya dengan metode Somogyi-Nelson. Pengaruh penambahan crude papain terhadap penurunan gula pereduksi pada nira siwalan dilakukan dengan menambahkan crude papain pada nira siwalan dan diinkubasi selama 7 hari. Selain itu, juga dilakukan penentuan optimasi konsentrasi crude papain (0,05; 0,10 dan 0,15% b/v); suhu inkubasi (4°, 37°, 65°, dan 75°C) serta pengaruh waktu penambahan crude papain (langsung dan 2 jam setelah penyadapan nira). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas proteolitik crude papain dengan sistein sebesar 86,25 TU/mg protein enzim, sedangkan aktivitas proteolitik crude papain tanpa sistein adalah 76,43 TU/mg protein enzim. Dengan ini dapat dikatakan bahwa penambahan sistein dapat meningkatkan aktivitas proteolitik sebesar 11,4%. Sedangkan pada pengawetan nira siwalan, penambahan crude papain dapat mengawetkan nira siwalan selama 48 jam. Selain itu juga diperoleh informasi tentang konsentrasi optimum crude papain sebesar 0,05% b/v, dan suhu inkubasi optimum 65°C. Penambahan crude papain pada nira siwalan segera setelah proses penyadapan lebih efektif dalam pengawetan nira siwalan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPK 44/05 Ast a
Uncontrolled Keywords: CYSTEIN PROTEINASES; PAPAIN
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Kimia
Creators:
CreatorsEmail
Maria Widhiajeng Astuty, 080112383UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDra. Sri Sumarsih, M.SiUNSPECIFIED
ContributorDrs. Sofjan hadi, M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Sep 2006 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 18:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/25348
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item