KOMPARASI PENGARUH LAMA WAKTU PEMBERIAN EKSTRAK AKAR GINSENG JAWA dan GINSENG KOREA TERHADAP KADAR TESTOSTERON MENCIT

NURUL SUNARSIH, 080312693 (2007) KOMPARASI PENGARUH LAMA WAKTU PEMBERIAN EKSTRAK AKAR GINSENG JAWA dan GINSENG KOREA TERHADAP KADAR TESTOSTERON MENCIT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2008-sunarsihnu-9614-mpb190-k.pdf

Download (465kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
25901.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ginseng Jawa secara taksonomi berbeda dengan ginseng Korea, namun mempunyai morfologi akar dan beberapa kandungan kimia yang hampir sama yaitu steroid dan terpenoid. Fitosterol tumbuhan dapat diubah menjadi pregnenolon dan akhirnya dikonversi menjadi testosteron. Sekresi testosteron di bawah kontrol luteinizing hormone (LH), hambatan sekresi LH oleh estrogen mengakibatkan penurunan biosintesis testosteron pada sel Leydig. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh pemberian dan lama waktu pemberian ekstrak akar ginseng Jawa maupun ginseng Korea terhadap kadar testosteron mencit jantan yang diberi estrogen. Empat puluh empat ekor mencit (Mus musculus) strain BALB-C jantan umur 9-10 minggu dengan berat badan 25-35 g dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dan 2 kelompok tambahan. Kelompok I sebagai kontrol positif, kelompok II sebagai kontrol negatif diberi estrogen (2,8 µg ethinylestradiol/100g BB/hari), kelompok III diberi ekstrak akar ginseng Jawa (setara dengan 9,8 mg akar kering/100g BB/hari) bersamaan dengan estrogen, dan kelompok IV diberi ekstrak akar ginseng Korea (setara dengan 9,8 mg akar kering/100g BB/hari) bersamaan dengan estrogen. Setiap kelompok dibagi menjadi 3 subkelompok : subkelompok 1 diberi perlakuan selama 9 hari, subkelompok 2 diberi perlakuan selama 18 hari, dan subkelompok 3 diberi perlakuan selama 27 hari. Kelompok tambahan EO tidak diberi masa pra perlakuan, sedangkan kelompok tambahan El diberi masa pra perlakuan. Masa pra perlakuan diberi estrogen (7 gg ethinylestradiol/100g BB/hari) selama 9 hari. Pada akhir perlakuan serum darah diambil dan kadar testosteron diukur melalui radioimmunoassay (RIA). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskall-Wallis dan uji Mann-Whitney pada α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak akar ginseng Jawa maupun ginseng korea mampu menekan efek estrogen dan mempercepat proses pemulihan sehingga kadar testosteron meningkat hingga kisaran normal. Pemberian ekstrak akar ginseng Jawa maupun ginseng Korea dengan lama waktu pemberian berbeda menunjukkan khasiat yang hampir sama terhadap kadar testosteron mencit jantan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa akar ginseng Jawa mempunyai potensi yang hampir sama dengan akar ginseng Korea terhadap pemulihan kadar testosteron ke kadar testosteron normal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB 19/08 Sun k
Uncontrolled Keywords: JAVA GINSENG; MEDICINAL PLANTS
Subjects: Q Science > QK Botany
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsEmail
NURUL SUNARSIH, 080312693UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDwi Winarni, Dra., M.SiUNSPECIFIED
ContributorSugiharto, S.Si.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 18 May 2009 12:00
Last Modified: 13 Jun 2017 21:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/25901
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item