EFEK PEMBERIAN RIMPANG TEMULAWAK (Carcume xanthonCza Rozb.) TERHADAP PENINGKATAN KADAR Hb dan JUMLAH ERITROSIT MENCIT AKIBAT PERLAKUAN 2-ME

ENDAH SRI PALUPI, 080412821 (2008) EFEK PEMBERIAN RIMPANG TEMULAWAK (Carcume xanthonCza Rozb.) TERHADAP PENINGKATAN KADAR Hb dan JUMLAH ERITROSIT MENCIT AKIBAT PERLAKUAN 2-ME. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
1234.pdf

Download (337kB) | Preview
[img] Text (Full Text)
gdlhub-gdl-s1-2009-palupienda-9568-mpb25_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian infus rimpang temulawak dalam meningkatkan kadar Hb dan jumlah eritrosit mencit akibat perlakuan 2-ME, hal ini karena 2-ME merupakan bahan kimia yang bersifat radikal bebas dan toksik yang dapat menyebabkan hambatan pada sintesis Hb, Hb teroksidasi, osmotic fragility eritrosit, serta hambatan pada eritropoiesis yang berujung pada penurunan kadar Hb dan jumlah eritrosit pada sistem sirkulasi. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit (Mus musculus) dengan berat badan 25 – 30 gram. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Mencit dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok berisi 5 ekor mencit. Kelompok kontrol hanya diberi akuades, kelompok 2-ME diberi 0,25 ml larutan 2-ME dosis 11 mmol/g BB, kelompok TM + 2-ME berturut-turut diberi 0,4 ml infus rimpang temulawak 10 % dan 0,25 ml larutan 2-ME dosis 11 mmol/g BB, kelompok 2-ME + TM berturut-turut diberi 0,25 ml larutan 2-ME dosis 11 mmol/g BB dan 0,4 ml infus rimpang temulawak 10 %, dan kelompok TM + 2-ME + TM berturut-turut diberi 0,4 ml infus rimpang temulawak 10 %, 0,25 ml larutan 2-ME dosis l l mmol/g BB, dan 0,4 ml infus rimpang temulawak 10 %. Pemberian 2-ME dilakukan selama 3 hari dan pemberian infus rimpang temulawak dilakukan selama 7 hari. Sampel darah diambil sebanyak 0,3 ml dengan cara heart puncture dan dilakukan setelah perlakuan pada masing-masing kelompok selesai. Kadar Hb diukur menggunakan metode Sahli. Jumlah eritrosit dihitung menggunakan hemositometer Improved Neubauer di bawah mikroskop. Analisis data dilakukan dengan iji Kolmogorov-Smirnov (uji distribusi) dan dilanjutkan dengan uji Anova (a = 0,05). Jika terdapat perbedaan yang bermakna di antara kelompok perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan selang kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb pada kelompok TM + 2-ME sebesar 33,77 %, pada kelompok 2-ME + TM sebesar 36,18 %, dan pada kelompok TM + 2-ME + TM sebesar 42,86 %. Peningkatan jumlah eritrosit pada kelompok TM – 2-ME sebesar 54,73 %, pada kelompok 2-ME – TM sebesar 31,34 %, dan pada kelompok TM – 2-ME – TM sebesar 55,22 %. Peningkatan kadar Hb dan jumlah eritrosit berdasar hasil analisis statistik dinyatakan signifikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian infus rimpang temulawak 10 % dapat meningkatkan kadar Hb dan jumlah eritrosit akibat perlakuan 2-ME

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB 25/08 Pal e
Uncontrolled Keywords: MEDICINAL PLANTS; CURCUMA; ERYTHROCYTES
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ENDAH SRI PALUPI, 080412821UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSugiharto, S,Si,M.SiUNSPECIFIED
ContributorWin Darmanto, Prof.Drs.,M.Si,Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 18 May 2009 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 09:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/25904
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item