EKSPRESI PROTEIN REELIN PADA FETUS MENCIT (Mus musculus) YANG TERINDUKSI 2-METHOXYETHANOL (2-ME) SAAT MASA ORGANOGENESIS OTAK

Kurniawati, 080112288 (2005) EKSPRESI PROTEIN REELIN PADA FETUS MENCIT (Mus musculus) YANG TERINDUKSI 2-METHOXYETHANOL (2-ME) SAAT MASA ORGANOGENESIS OTAK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-kurniawati-2086-mpb05_0-k.pdf

Download (352kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-kurniawati-2086-mpb05_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 2-Methoxyethanol (2-ME) terhadap kematian sel, profil total protein dan ekspresi protein Reelin pada jaringan otak mencit (Mus musculus). 2-ME merupakan senyawa yang bersifat toksik terhadap jaringan embrional. Reelin yang merupakan protein ekstraseluler yang sangat penting terhadap migrasi sel saraf dalam proses pembentukan laminasi otak dan perkembangan otak secara keseluruhan. Mencit bunting pada umur kebuntingan (UK) 10 hari diberi 2-ME melalui injeksi intraperitoneal, sedangkan pada kelompok kontrol diberi pelarut akuabides. Induk mencit dibunuh secara dislokasi servix pada 48, 72 dan 96 jam setelah perlakuan untuk diambil fetusnya. Otak fetus dibagi tiga macam pengamatan, yaitu digunakan untuk pengamatan kematian sel, profil total protein dan ekspresi protein Reelin. Data kematian sel dianalisis dengan Wilcoxon sign rank test sedangkan untuk profil total protein dan protein Reelin dianalisis secara deskriptif Hasil pengamatan kematian sel menunjukkan adanya peningkatan kematian sel pada kelompok perlakuan (44, 58%) bila dibandingkan dengan kelompok kontrol (15, 75%). Hasil pengamatan profil total protein yang diamati dengan SDS-PAGE dan selanjutnya densitas band diukur dengan densitometri menunjukkan adanya penurunan kandungan total protein meskipun pada band tertentu menunjukkan adanya peningkatan kandungan protein. Sedangkan pengamatan terhadap ekspresi protein Reelin dengan menggunakan antibodi CR-50 (metode Western Blot) dan selanjutnya densitas band diukur dengan densitometri, menunjukkan eskpresi protein Reelin menurun setelah 48 jam pemberian 2-ME dan meningkat lagi pada selang waktu 96 jam setelah pemberian 2-ME. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dosis tunggal 2-ME 12,5 mmol/kg BB yang diberikan pada masa prenatal (UK 10 hari) menyebabkan kematian sel, mempengaruhi kandungan total protein dan tidak menyebabkan penurunan ekspresi protein Reelin pada saat terjadi perkembangan otak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB.05/06 Kur e
Uncontrolled Keywords: GLYCOLS; BRAIN
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q1-390 Science (General)
Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Kurniawati, 080112288UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorWin Darmanto, Drs.,M.Si.,Ph.DUNSPECIFIED
ContributorI. B. Rai Pidada, Drs.,M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 18 Sep 2006 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 07:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26014
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item