PENGARUH TEMPERATUR SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK PADUAN LOGAM NIKEL-TITANIUM (Ni-Ti) BERPORI

Erwan Sulistiono, 089912070 (2005) PENGARUH TEMPERATUR SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK PADUAN LOGAM NIKEL-TITANIUM (Ni-Ti) BERPORI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-sulistiono-2134-mpf02_0-k.pdf

Download (346kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-sulistiono-2134-mpf02_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur sintering terhadap karakteristik paduan Ni-Ti (kekerasan ,kuat tekan, strukturmikro, laju korosi dan toxisitas) dan bagaimana sifat yang dibentuk setelah sintering. Paduan Ni-Ti dibuat dengan mencampur serbuk Ni dan Ti dengan komposisi 90%Ni-10%Ti dengan teknik metalurgi serbuk. Serbuk dicampur dengan teknik pencampuran basah (wet mixing), kemudian dipress dan disintering dengan variasi temperatur 750, 800, 850, 900, 950 °C selama masing-masing 6 jam. Sampel dikarakterisasi sifat kekerasannya dengan metode Vickers, kuat tekan (compressive strength) dengan Autograph, strukturmikro dengan mikroskop optik, laju korosi dengan metode berat sisa dan toxisitas dengan metode aktivitas enzim urease. Berdasarkan karakterisasi yang dilakukan pads paduan Ni-Ti, didapatkan nilai kekerasan tertinggi sebesar (263,53 ± 23,96) VHN diperoleh pada temperatur sintering 950 °C, compressive strength tertinggi (3862 ± 0,1) N diperoleh pada temperatur sintering 950 °C, strukturmikro paduan Ni-Ti pada temperatur sintering 750 °C masih acak dan kurang homogen sedangkan pada temperatur 950 °C ukuran dan distribusi homogen, teratur dan memiliki karakteristik lamel berombak. Ini menunjukkan sampel memiliki kerapatan tinggi. Laju korosi terendah (0,00347±0,0003) gram/cm2hari diperoleh pada temperatur sintering 950 °C. Dan uji toxisitas didapatkan, paduan Ni-Ti tidak menghambat kerja enzim urease karena pH larutan masih menunjukkan keadaan basa, artinya sampel tidak bersifat toxic. Untuk penelitian mendatang disarankan untuk mengetahui perkembangan fasa dapat digunakan X-Ray Difraction (XRD). Uji mekanik dapat ditambahkan uji tarik dan uji kekuatan impak, sedangkan uji toxisitas bisa digunakan uji toxic screening tissue culture.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPF. 02/06 Sul p
Uncontrolled Keywords: SINTERING; NICKEL - TITANIUM ALLOYS
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy > TN263-271 Mineral deposits. Metallic ore deposits. Prospecting
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy > TN799.5-948 Nonmetallic minerals
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika
Creators:
CreatorsEmail
Erwan Sulistiono, 089912070UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiswanto, Drs.,M.SiUNSPECIFIED
ContributorJan Ady, S.Si.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 20 Sep 2006 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 13:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26019
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item