EFEK PROTEKSI MINYAK ATSIRI DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP HISTOPATOLOGI INSANG IKAN KOI (Cyprinus carpio) YANG DITRANSPORTASIKAN DENGAN SISTEM TERTUTUP

FEBRIYANTI PUSPITASARI, 141011068 (2016) EFEK PROTEKSI MINYAK ATSIRI DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP HISTOPATOLOGI INSANG IKAN KOI (Cyprinus carpio) YANG DITRANSPORTASIKAN DENGAN SISTEM TERTUTUP. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2016-puspitasar-40205-4.ringk-n.pdf

Download (97kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulttext puspitasari.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada usaha budidaya ikan hias, transportasi memiliki peran yang penting dalam mendistribusikan ikan hingga ke tangan konsumen. Pembudidaya harus mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan benih ikan hias dengan kualitas terbaik dan mampu bertahan dalam transportasi jarak jauh terutama untuk tujuan ekspor. Salah satu metode yang paling baik digunakan untuk transportasi jarak jauh atau ekspor adalah metode transportasi tertutup. Metode ini dinilai lebih aman digunakan karena dapat meminimalisir resiko terjadinya kematian akibat fluktuasi suhu dan perubahan kimia air apabila menggunakan transportasi sistem terbuka. Pada proses transportasi, ikan sering menjadi subyek terhadap perubahan atau stresor. Adanya stresor selama masa transportasi menyebabkan ikan menjadi stres akibat meningkatnya metabolisme dan aktivitas ikan, sehingga kandungan oksigen terlarut dalam air menurun dan terjadi penumpukan kandungan amoniak dalam air. Stres pada ikan ditandai dengan adanya peningkatan respon kardiovaskular, respirasi dan meningkatnya aliran darah didalam insang. Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) merupakan salah satu tanaman yang diketahui dapat digunakan sebagai bahan anestesi alami. Adanya kandungan eugenol dan methyleugenol yang terdapat dalam minyak atsiri daun bandotan diketahui memiliki sifat analgesic. Senyawa yang diketahui memiliki sifat analgesic, dapat diberikan pada ikan untuk tujuan sedasi. Efek sedasi diketahui akan menurunkan tachiventilasi (buka tutup operkulum) pada ikan. Pengaruh pemberian bahan anestesi serta stres yang terjadi pada saat pengangkutan berpengaruh terhadap infeksi yang terjadi pada insang. Stres pada ikan berdampak pada keadaan jaringan dan menimbulkan efek patologis pada insang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian mengenai Efek Proteksi Minyak Atsiri Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Histopatologi Insang Ikan Koi (Cyprinus carpio) Yang Ditransportasikan Pada Sistem Tertutup perlu untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efek Proteksi Minyak Atsiri Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Histopatologi Insang Ikan Koi (Cyprinus carpio) Yang Ditransportasikan Pada Sistem Tertutup. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Pemeriksaan histopatologi insang ikan koi dilakukan di Laboratorium Patologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental untuk mengetahui Efek Proteksi Minyak Atsiri Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Histopatologi Insang Ikan Koi (Cyprinus carpio) Yang Ditransportasikan Pada Sistem Tertutup. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan koi dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi Perlakuan A (kontrol (-) 0 ppm pemeliharaan pada akuarium), Perlakuan B (kontrol (+) 0 ppm pemeliharaan pada transportasi sistem tertutup), Perlakuan C (5 ppm transportasi sistem tertutup), Perlakuan D (10 ppm transportasi sistem tertutup), Perlakuan E (15 ppm transportasi sistem tertutup), Perlakuan F (20 ppm transportasi sistem tertutup). Parameter utama yang diamati adalah perubahan histopatologi insang ikan koi (Cyprinus carpio) dan kelulushidupan/survival rate (SR). Parameter pendukung yang diamati adalah tachiventilasi dan kualitas air (suhu, pH, DO dan amoniak). Hasil pengamatan yang dilakukan mulai pengamatan awal hingga 8 jam ketiga selama 24 jam menunjukkan bahwa setiap perlakuan minyak atsiri daun bandotan tidak memberikan pengaruh terhadap kelulushidupan/survival rate (SR) tetapi penggunaan minyak atsiri daun bandotan (Ageratum conyzoides) dapat memberikan proteksi terhadap histopatologi jaringan insang ikan koi (Cyprinus carpio) yang ditransportasikan pada sistem tertutup pada dosis 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm (pada delapan jam pertama) yaitu hiperplasia, hipertropi dan edema. Minyak atsiri memberikan efek proteksi terhadap hasil tachiventilasi. Rata-rata tachiventilasi tertinggi pada perlakuan F pada pengamatan 0 jam pertama (445,75 bit/3 menit) dan terendah pada E dan F pada pengamatan 8 jam pertama (53,5 bit/3 menit). Berdasarkan pengukuran kualitas air, seluruh perlakuan masih layak dan baik untuk mendukung kelangsungan hidup Cyprinus carpio selama penelitian, yaitu suhu air berkisar antara 22-28,4oC, oksigen terlarut berkisar antara 6-6,5 mg/l, pH 7 dan amoniak 0-0,2 mg/l.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.PB. 62/15 Pus e
Uncontrolled Keywords: Ageratum conyzoides, Cyprinus carpio
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
FEBRIYANTI PUSPITASARI, 141011068UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLaksmi Sulmartiwi,, Dr. S.Pi., MP.UNSPECIFIED
ContributorSri Agus Sudjarwo,, Prof. Ph. DUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email dewi@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 19 Feb 2016 12:00
Last Modified: 31 Aug 2016 08:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26054
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item