USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SNACK MIE HANCUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODES AND EFFECT ANALYSIS) DI PT SIANTAR TOP,TBK

RENI ANGGUN PERDANI, 040811256 (2012) USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SNACK MIE HANCUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODES AND EFFECT ANALYSIS) DI PT SIANTAR TOP,TBK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (442kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
2606.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

PT Siantar Top, Tbk. merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang memproduksi makanan ringan. Terdapat berbagai jenis produk yang diproduksi, yaitu kerupuk, mie, biskuit, puff, dan permen. Salah satu produk unggulan dari PT Siantar Top, Tbk. adalah mie, yang terdiri dari mie instan dan mie snack. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kegagalan produk snack mie hancur dengan menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). Dengan menggunakan metode tersebut dapat mengidentifikasi dan mendeteksi bentuk kegagalan yang memiliki potensi untuk menyebabkan produk menjadi cacat. Sehingga bentuk kegagalan potensial dapat ditekan melalui langkah-langkah antisipasi berdasarkan prioritas resiko. Penelitian ini berfokus pada tahapan proses produksi yang rawan akan munculnya kegagalan, meliputi slitting, frying, dan packing. Penelitian ini menggunakan beberapa alat kualitas, seperti flowchart, check sheet, diagram pareto, dan cause and effect diagram untuk mengidentifikasi kegagalan. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa jumlah kegagalan produk snack mie hancur yang mrongkol dan gosong selama tahun 2011 sebanyak 2.121,30 kg dari total produksi 2.514.222.820 kg. Sedangkan kegagalan bocor/kempes adalah 557 pcs dari total produksi 264.674.180 pcs. Dalam penelitian ini, checksheet menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi terjadinya kegagalan adalah mrongkol, yaitu sebanyak 59 kali. Diagram pareto menunjukkan bahwa penyebab kegagalan didominasi oleh kategori mesin dengan persentase sebesar 48%. Cause and effect diagram menunjukkan faktor-faktor penyebab kegagalan berdasarkan 5 kategori, yaitu mesin, material, metode, manusia, dan lingkungan. Untuk perbaikan kualitasnya menggunakan metode FMEA dengan mencari nilai Risk Priority Number (RPN) yang diperoleh dengan cara mengalikan angka severity, occurance, dan detection. Penyebab yang memiliki nilai resiko paling tinggi berasal dari kategori mesin dan manusia, karena memiliki nilai RPN diatas 150. Sehingga perbaikan proses yang dapat dilakukan perusahaan adalah perawatan yang lebih intensif terhadap produksi mesin serta menanamkan kesadaran tentang pentingnya kualitas kepada semua karyawan dan memotivasi mereka untuk meningkatkan layanan atau kualitas produk. Penggunaan metode FMEA ini diharapkan menjadi pilihan untuk mengurangi kegagalan produk tersebut dengan menitikberatkan pada penanggulangan faktorfaktor yang memiliki potensi penyebab kegagalan produk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B.224/12 Per u
Uncontrolled Keywords: Crushing Snack Noodle, Product Failure, Quality Improvement, Failure Modes and Effect Analysis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28-70 Management. Industrial Management
Q Science > QA Mathematics > QA76.9.S88 System analysis and System design
T Technology > TS Manufactures > TS156 Quality control and management
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
RENI ANGGUN PERDANI, 040811256UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYetty Dwi Lestari, SE., MTUNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 21 Dec 2012 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 15:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/2606
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item