DISTRIBUSI PENYAKIT Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV) PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PANTAI UTARA JAWA TIMUR

ANDRE REKASANA, 060610142 P (2013) DISTRIBUSI PENYAKIT Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV) PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PANTAI UTARA JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (62kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (750kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah komoditas utama di kalangan petambak udang karena memiliki pertumbuhan yang cepat, dapat dibudidayakan dengan kepadatan tinggi dan permintaan pasar dunia yang cukup besar. Setelah 2 tahun diintroduksi di Indonesia, udang vannamei telah menyebar hingga ke pesisisr utara Jawa Timur seperti Probolinggo, Pasuruan, Lamongan dan Tuban dengan kondisi lingkungan yang sesuai dengan pertumbuhan udang vannamei. Banyak faktor yang harus dihadapi pada budidaya udang vannamei, diantaranya adalah masalah penyakit, salah satu jenis penyakit itu adalah virus. Virus yang menyerang hingga saat ini adalah Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV). IMNV dapat menyebabkan kematian hingga 70% (Tang et al., 2008). Udang vannamei yang terinfeksi akan mati secara bertahap di dasar tambak dan dapat menyebar luas jika tidak ada pemantauan secara dini (Prajitno, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi IMNV pada udang vannamei di pantai utara Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengambil sampel dari 5 lokasi yang berbeda sebanyak 75 ekor dan di ambil sampel air untuk uji kualitas air yang berupa pH, DO, salinitas dan suhu. Dari sampel yang didapat, dilakukan uji PCR untuk mengetahui berapa sampel yang positif IMNV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pemeriksaan sampel, jumlah udang positif IMNV terbesar terdapat pada daerah Situbondo yaitu sebesar 100% dan terendah pada daerah Lamongan yaitu sebesar 53%. Berdasarkan pengukuran kualitas air di 5 lokasi yang berbeda, pada petak I, II dan III didapat kisaran suhu antara 29,3-30,2°C, salinitas 9-30 ppt, pH 7,5-7,9 dan DO 3,8-5,7 ppm. Nilai suhu, pH dan DO menunjukkan keadaan normal pada budidaya udang vannamei, sedangkan salinitas menunjukkan keadaan yang berbeda dengan kondisi normal. Abnormalitas tersebut terdapat pada daerah Situbondo dengan kisaran salinitas antara 32-33 ppt dan Pasuruan antara 9-10 ppt. Perbedaan kualitas air dapat mempengaruhi jumlah udang yang terinfeksi IMNV, hal itu disebabkan karena adanya perbedaan salinitas antara tubuh udang dan lingkungan. Salinitas air pemeliharaan udang vannamei yang kurang dari 15 ppt akan menyebabkan air dari lingkungan masuk ke dalam sel tubuh udang melalui membran semipermeabel sel. Kadar garam dalam sel tubuh udang akan menurun, sehingga organ osmoregulator akan mengeluarkan air dari sel tubuh udang. Pada salinitas yang lebih tinggi dari 30 ppt kadar garam dari sel tubuh udang akan keluar dan air yang berada di lingkungan akan masuk ke dalam sel tubuh udang (Widigdo, 2011).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP.65/12 Rek d
Uncontrolled Keywords: Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) ,Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
ANDRE REKASANA, 060610142 PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLaksmi Sulmartiwi,, S.Pi.,MP.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 29 Jan 2013 12:00
Last Modified: 11 Aug 2016 02:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26069
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item