PERTUMBUHAN KULTUR SEL HATI IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) PADA MEDIA KULTUR YANG BERBEDA

NUR FAIZAH, 141011115 (2014) PERTUMBUHAN KULTUR SEL HATI IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) PADA MEDIA KULTUR YANG BERBEDA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (173kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kerapu merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi baik di pasar nasional maupun internasional. Kendala dalam budidaya kerapu adalah adanya penyakit akibat serangan patogen. Adanya serangan patogen ini akan berdampak pada rusaknya jaringan tubuh, salah satunya adalah hati yang menjadi pusat metabolisme tubuh. Salah satu cara untuk menegaskan diagnosa penyakit adalah dengan menggunakan kultur sel. Kultur sel menjadi sarana untuk mempelajari epidemiologi, toksikologi, fisiologi sel serta interaksi pathogen dan host. Saat ini, kultur sel telah banyak dibuat namun sebagian besar sel lestari (cell line) yang dihasilkan berasal dari jaringan ikan air tawar dan tidak sensitif terhadap virus yang menyerang ikan air laut. Oleh karena itu pengembangan kultur sel dari jaringan ikan laut perlu dikembangkan. Pembuatan kultur sel membutuhkan media yang sesuai sebagai penyedia nutrisi untuk pertumbuhan sel. Pertumbuhan sel dipengaruhi oleh komposisi nutrisi dalam media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan sel hati ikan kerapu macan (E. fuscoguttatus) pada media MEM, TCM dan L-15 dan mengetahui media yang paling baik untuk menumbuhkan sel hati ikan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium In Vitro Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hati ikan kerapu macan yang dikultur pada media yang berbeda dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A menggunakan media MEM, perlakuan B menggunakan media TCM dan perlakuan C menggunakan media L-15. Parameter utama yang diamati adalah pertumbuhan sel berupa kepadatan sel dan viabilitas sel sedangkan parameter pendukung yang diamati adalah ada tidaknya kontaminasi pada kultur. Hasil analisis varian (ANAVA) yang dilakukan mulai dari pengamatan awal hingga hari ke-24 kultur menunjukkan bahwa setiap perlakuan media kultur memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan sel hati. Rata-rata kepadatan sel tertinggi pada perlakuan C (12,5 x 105 sel/ml) dan rata-rata kepadatan sel terendah pada perlakuan A (9,0 x 105 sel/ml). Rata-rata persentase viabilitas tertinggi juga terdapat pada perlakuan C (98 %) dan rata-rata persentase viabilitas terendah pada perlakuan A (95,3 %). Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya kontaminasi hingga hari ke-24 kultur. Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan media kultur yang berbeda (MEM, TCM dan L-15 ) berpengaruh terhadap pertumbuhan sel hati kerapu macan (E. fuscoguttatus) dan media L-15 merupakan media yang paling baik untuk penempelan dan proliferasi sel serta menghasilkan nilai viabilitas yang paling tinggi dibanding kedua media lainnya

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK. BP. 44/14 Fai p
Uncontrolled Keywords: CELL CULTURE; EPHINEPELUS FUSCOGUTTATUS
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
NUR FAIZAH, 141011115UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dewi Masithah, Dr. Ir. , M.P.UNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 24 Jun 2014 12:00
Last Modified: 30 Aug 2016 06:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26112
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item