IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI PENYAKIT JAMUR PADA KEPITING BAKAU (Scylla paramamosain) DI TAMBAK PEMELIHARAAN DI KECAMATAN GENDING, KABUPATEN PROBOLINGGO, JAWA TIMUR

WISNU WARDHANA, 060710287 P (2012) IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI PENYAKIT JAMUR PADA KEPITING BAKAU (Scylla paramamosain) DI TAMBAK PEMELIHARAAN DI KECAMATAN GENDING, KABUPATEN PROBOLINGGO, JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-wardhanawi-32960-4.-ringk-n.pdf

Download (157kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) adalah jenis kepiting yang hidup di habitat mangrove/hutan bakau. Kepiting bakau merupakan komoditas ekspor disamping rajungan (Portunus pelagicus). Scylla serrata adalah spesies kepiting bakau yang dominan di Indonesia. Diperkirakan sekitar 80% dari total pendaratan kepiting bakau adalah dari spesies ini. Kepiting bakau yang bernilai sebagai sumber makanan dan pendapatan di Kosrae, Negara Bagian Micronesia, juga mengalami penurunan jumlah populasi, akibat tekanan penangkapan yang dipengaruhi oleh distribusi penduduk dan lokasi usaha perikanan komersial. Populasi kepiting bakau secara khas berasosiasi dengan hutan mangrove yang masih baik, sehingga hilangnya habitat akan memberikan dampak yang serius pada populasi kepiting. Dilaporkan bahwa penyakit jamur bersifat patogen dan dapat menyebabkan kematian massal bagi kepiting bakau. Ketersediaan kepiting bakau masih belum mencukupi pemintaan pasar meskipun permintaan dan harga yang relatif meningkat. Salah satu penyebabnya adalah penghasil tambak kepiting bakau justru agak lambat dan cenderung menurun disebabkan oleh tingginya mortalitas yang disebabkan oleh penyakit. Salah satu penyakit yang berbahaya adalah jamur. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jenis dan prevalensi jamur yang menyerang kepiting bakau (Scylla paramamosain) di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan sekali sebanyak 40 ekor dengan kisaran ukuran karapas kepiting antara 6-10 cm yang berumur 2-4 bulan dari tambak. Jumlah masing-masing sampel ikan yang diambil sebesar 1% dari jumlah total populasi kepiting. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini adalah jenis dan prevalensi jamur yang meyerang kepiting bakau (Scylla paramamosain) di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sedangkan parameter penunjang dalam penelitian ini yaitu nilai kualitas air yang meliputi pH, temperatur, amonia dan Oksigen terlarut yang diukur selama kegiatan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 sampel yang diambil dari 4 tambak, 36 ekor kepiting positif terinfeksi jamur. Jenis jamur yang menyerang kepiting bakau adalah Lagenidium dan Aspergillus niger. Nilai rata-rata prevalensi jamur yang menyerang kepiting bakau yaitu 90%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC. KK. PK BP 04/14 War i
Uncontrolled Keywords: PENYAKIT JAMUR PADA KEPITING BAKAU (Scylla paramamosain)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH327.5-327.7 Fishery resources. Fishery conservation
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
WISNU WARDHANA, 060710287 PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRahayu Kusdarwati, Ir., M. KesUNSPECIFIED
ContributorGunanti Mahasri, Dr., Ir., M. SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Jan 2014 12:00
Last Modified: 03 Oct 2016 01:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26115
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item