IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI KARAMBA JARING APUNG UNIT PENGELOLA BUDIDAYA LAUT SITUBONDO

FERLYN HENDRA WIYATNO, 060810096p (2013) IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI KARAMBA JARING APUNG UNIT PENGELOLA BUDIDAYA LAUT SITUBONDO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-wiyatnofer-22495-3.ringk-.pdf

Download (115kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (815kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kerapu tikus merupakan ikan yang hidup di terumbu karang, yang dalam dunia internasional dikenal dengan nama groupers atau coral reef fishes. Ikan ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Ikan kerapu tikus diperdagangkan dalam keadaan hidup, dengan harga jual yang relatif tinggi. Harga ikan kerapu tikus di tingkat nelayan dapat mencapai US$ 20 (Rp 200.000,-) untuk setiap kilogramnya. Ikan tersebut di ekspor terutama ke Hongkong dengan harga jual yang berlipat kali. Pengembangan budidaya ikan kerapu dengan karamba jaring apung menjadi alternatif untuk mengatasi kendala peningkatan produksi perikanan laut. Masalah yang sering menghambat budidaya ikan ini adalah munculnya penyakit, antara lain disebabkan oleh parasit. Munculnya penyakit merupakan hasil interaksi antara kondisi lingkungan budidaya yang tidak mendukung kehidupan di dalamnya, ikan (inang) yang rentan dan adanya parasit. Pada kondisi lingkungan yang tidak terkontrol ikan menjadi stress sehingga daya tahan tubuhnya lemah, dan memudahkan patogen menyerang inang Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) di karamba jaring apung dan untuk mengetahui tingkat prevalensi ektoparasit yang menyerang ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) di karamba jaring apung. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan sekali sebanyak 60 ekor dengan kisaran panjang tubuh ikan antara 15– 20 cm dengan umur 4 bulan dari karamba jaring apung. Parameter yang utama yang diamati dalam penelitian ini adalah jenis ektoparasit yang menyerang ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) di karamba jaring apung dan tingkat prevalensi untuk masing-masing ektoparasit. Sedangkan parameter penunjang dalam penelitian ini yaitu nilai kualitas air pada karamba jaring apung yang meliputi suhu, pH dan salinitas yang diukur selama kegiatan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 sampel yang diambil dari 4 petak karamba jaring apung, 21 ekor ikan positif terinfeksi ektoparasit. 17 ekor ikan positif terinfeksi Pseudorhabdosynochus sp., 1 ekor ikan positif terinfeksi Benedenia sp. dan 3 ekor ikan positif terinfeksi Neobenedenia sp. Tingkat prevalensi ektoparasit pada karamba 1, 2, 3 dan 4 berturut-turut sebesar 26,66%, 33,33%, 53,33% dan 26,66%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai identifikasi dan prevalensi ektoparasit pada ikan kerapu tikus pada karamba jaring apung dan dilakukannya perbaikan manajemen terhadap kebersihan karamba agar dapat mengurangi tingkat infeksi ektoparasit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP.28/12 Wiy i
Uncontrolled Keywords: ECTOPARASITES; FISH; CROMILEPTES
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
FERLYN HENDRA WIYATNO, 060810096pUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Subekti, Prof. Dr. Hj., DEA., drh.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email dewi@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 21 Jan 2013 12:00
Last Modified: 30 Sep 2016 02:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26164
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item