STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN, KRUSTASEA DAN MOLUSKA DI PANTAI UTARA BANGKALAN, MADURA.

REZA NURHUDA, 140911049 (2013) STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN, KRUSTASEA DAN MOLUSKA DI PANTAI UTARA BANGKALAN, MADURA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-nurhudarez-28334-3.ringk-n.pdf

Download (134kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
FULLTEXT NURHUDA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat ini berbagai kegiatan dan aktivitas industri di Kabupaten Bangkalan lebih meningkat seiring keberadaan jembatan Suramadu. Hal tersebut akan memberikan dampak yang semakin berat terhadap lingkungan pesisir (Purnomo, 2007). Pada tahun 2010 telah diamati bahwa kandungan logam berat timbal di perairan laut Kab. Bangkalan rata-rata mencapai 0,083 mg/l. Nilai tersebut telah melebihi ambang batas maksimum Pb dalam air yang dapat digunakan kegiatan perikanan yaitu 0,008 mg/l sehingga perairan laut Kab. Bangkalan tergolong tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam berat timbal (Pb) pada ikan, krustasea dan moluska di pantai Utara Bangkalan.Kegiatan penelitian ini meliputi pengamatan di lapang dan analisis di laboratorium pada bulan April-Mei 2013. Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada tiga lokasi di perairan Pantai Utara Bangkalan meliputi pantai Klampis, Sepulu dan Tanjung Bumi, sementara sampel ikan, krustasea dan moluska di ambil dari nelayan di ketiga Kecamatan tersebut kemudian di analisis kandungan timbal menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) di BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengambilan data secara observasional. Tujuan metode ini untuk membuat pecandraan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu (Rakim, 2008) Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan logam berat timbal pada ikan kembung 0,043 ppm, ikan manyung 0,095 ppm, udang putih 0,103 ppm, rajungan 0,113 ppm, cumi-cumi 0,08 ppm dan kerang 0,149 ppm. Kandungan tersebut belum melampaui nilai ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah (ikan: 0,3 ppm ; krustasea : 0,5 ppm dan moluska: 1,5 ppm) (SNI, 2009)sehingga masih layak untuk dikonsumsi. Rata-rata kandungan logam berat pada air laut 0,135 ppm dan sedimen 0,746 ppm. Kandungan tersebut sudah melampaui nilai ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah (air : 0,008 ppm dan sedimen : 0,07 ppm) (KMLH, 2004) sehingga dalam jangka waktu panjang berbahaya bagi biota laut yang ada di dalam perairan Utara Bangkalan.Parameter kualitas air laut di perairan pantai Utara Bangkalan masih dalam kondisi normal sebagai habitat biota laut. Parameter kualitas perairan masih berada di dalam kondisi yang baik untuk pertumbuhan biota di perairan. Suhu berkisar 28 – 31oC, pH berkisar antara 6-8, kadar oksigen terlarut berkisar antara 4 – 6 ppm, salinitas berkisar berkisar 25 – 35 ppm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP. 53/13 Nur s
Uncontrolled Keywords: LEAD; FISH
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
REZA NURHUDA, 140911049UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Arief, , Ir., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email dewi@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 22 Nov 2013 12:00
Last Modified: 30 Aug 2016 08:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26199
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item