PERBANDINGAN EFISIENSI PENGGUNAAN BIODIESEL DARI RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DENGAN MINYAK CUMI (Loligo sp.).

HUTAMI MUSTIKAWATI, 141011007 (2014) PERBANDINGAN EFISIENSI PENGGUNAAN BIODIESEL DARI RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DENGAN MINYAK CUMI (Loligo sp.). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2014-mustikawat-30741-4.ringk-n.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (726kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Minyak bumi adalah salah satu sumber energi utama yang banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Konsumsi terbesar dari BBM adalah minyak diesel atau solar (Makmuri, 2002 dalam Rachmaniah dkk., 2010). Untuk mengatasi krisis bahan bakar solar, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mencari bahan bakar pengganti dari sumberdaya yang dapat diperbaharui, yaitu biodiesel. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati dan lemak hewani (Demisbar, 2007) yang merupakan energi terbaharukan. Lemak hewani salah satunya dapat bersumber dari minyak cumi (Loligo sp.) dan untuk minyak nabati dapat berasal dari rumput Gracilaria sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa rumput laut Gracilaria dan minyak cumi (Loligo sp.) dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan biodiesel serta untuk mengetahui perbandingan efisiensi antara biodiesel dari rumput laut Gracilaria sp., biodisel dari minyak cumi (Loligo sp.), biosolar serta kombinasi biodiesel dari rumput laut atau dari minyak cumi dengan biosolar. Metode penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan kelompok perlakuan dan tiga ulangan. Parameter utama yang diamati adalah titik nyala, titik beku dan viskositas dari biodiesel dengan parameter pendukung adalah pH. Analisa data yang digunakan adalah uji nonparametrik dengan uji Friedman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rumput laut Gracilaria dan minyak cumi dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan biodiesel. Berdasarkan hasil uji laboratorium, diketahui bahwa biodiesel Gracilaria 100% memiliki titik nyala yang lebih rendah dari biodiesel minyak cumi yaitu 115,1°C, titik beku (-3,2°C) dan viskositas 3,625 cSt dan untuk biodiesel minyak cumi 100% dengan hasil pengujian titik nyala sebesar 127°C, titik beku (-2°C) dan viskositas 3,730 cSt. Untuk Kedua biodiesel tersebut telah sesuai dengan standart SNI bahan bakar

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP. 13/14 Mus p
Uncontrolled Keywords: FUEL - SWITCHING
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
HUTAMI MUSTIKAWATI, 141011007UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 03 Apr 2014 12:00
Last Modified: 09 Sep 2016 06:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26235
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item