PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK KOMERSIAL TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS AIR Dan KELULUSHIDUPAN (Survival Rate) UDANG VANNAMEI (Litopenaeus yannamei)

Nindya Rakhimaniar, 060510240-P (2012) PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK KOMERSIAL TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS AIR Dan KELULUSHIDUPAN (Survival Rate) UDANG VANNAMEI (Litopenaeus yannamei). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (494kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-rakhimania-20639-kkckkp-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Setelah banyaknya serangan penyakit pada budidaya udang windu (Penaeus monodon), ada kecenderungan udang introduksi, seperti L. vannamei, menjadi komoditas alternatif pada budidaya udang di tambak. Keunggulan yang dimiliki oleh udang vannamei antara lain responsif terhadap pakan yang diberikan, padat tebar cukup tinggi, lebih tahan terhadap serangan penyakit dan lingkungan yang kurang baik. Namun pada kenyataannya saat ini udang vannamei juga sering terjadi kegagalan karena buruknya kualitas air saat ini. Permasalahan tersebut sangat mempengaruhi hasil budidaya sehingga perlu dicari alternatif metode pemeliharaan untuk menghindari serangan virus pada usaha budidaya udang vannamei. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan keberlanjutan daya dukung ekosistem tambak adalah pemanfaatan mikroorganisme sebagai agen untuk memperbaiki kualitas lingkungan budidaya. Akumulasi bahan organik mengakibatkan aktifnya mikrobial dekomposisi, yang dapat menurunkan oksigen. Pada kondisi yang menurun, produk dekomposisi anaerobik seperti ammonia, nitrit dan sulfite sangat berbahaya bagi udang yang hidup di dasar tambak. Tujuan dari aplikasi probiotik pada dasar tambak dapat mempercepat dekomposisi limbah organik. Probiotik dapat memperbaiki kualitas air terutama mengurai bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik dan mengeliminir NH3 dengan cara fermentasi hingga menjadi NH2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik komersial terhadap perbaikan kualitas air dan meningkatkan kelulushidupan (SR) udang vannamei. Penelitian ini dilakukan di Balai Pengembangan Budidaya Air Payau (BPBAP) Bangil Kabupaten Pasuruan pada sekala laboratorium tanggal 18 April – 17 Mei 2011. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari: I0 tanpa diberi probiotik, I1 dengan Probiotik A konsentrasi 6ml/l, I2 dengan Probiotik B konsentrasi 6ml/l. parameter dalam pengamatan ini adalah kualitas air suhu, salinitas, pH, DO, amoniak dan fosfat, serta kelulushidupan udang vannamei. Data amoniak, fosfat dan kelulushidupan udang vannamei dianalisis menggunakan ANAVA (Analisis Varian) dan jika terdapat perbedaan pengaruh perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan derajat kepercayaan 0,05. Untuk kualitas air dilakukan pengamatan secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata pada suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO). Rata – rata suhu harian berkisar 26- 310C. pH rata – rata 7.9 – 8.4, kadar oksigen terlarut rata-rata 4,90 mg/l. Sedangkan untuk amoniak perlakuan kontrol yang terbaik dibandingkan dengan Probiotik A dan Probiotik B dimana pada perlakuan Probiotik adalah yang paling rendah, tetapi masing-masing perlakuan berbeda nyata. Pada minggu keempat untuk perlakuan Probiotik B mengalami peningkatan drastis, untuk Probiotik A kembali mengalami penurunan dan pada kontrol sedikit mengalmi peningkatan. Meskipun kadar amoniak cenderung meningkat, konsentrasi amoniak masih dalam toleransi kelulushidupan (SR) udang vannamei. minggu pertama dan kedua perlakuan Probiotik B berbeda nyata dengan perlakuan Probiotik A dan kontrol. Trend pada perlakuan fosfat terjadi peningkatan pada minggu kedua dan ketiga pada kontrol dan pada probiotik A. Sedangkan pada perlakuan probiotik B menurun stabil. Pada kontrol dan probiotik A pada minggu ketiga meningkat sangat tajam dan tetapi minggu keempat kembali mengalami penurunan yang tajam pula. Didapatkan perlakuan Probiotik A berbeda sangatnyata dengan perlakuan Probiotik B. Sedangkan nilai SR terrendah pada kontrol.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK. BP. 02 / 12 Rak p
Uncontrolled Keywords: LITOPENAEUS VANNAMEI
Subjects: Q Science
Q Science > QL Zoology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
Nindya Rakhimaniar, 060510240-PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dewi Masithah, Dr. Ir. , M.P.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Mudjiono Mudj
Date Deposited: 27 Jul 2012 12:00
Last Modified: 23 Sep 2016 07:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26266
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item