PENGARUH TIGA JENIS PLANKTON YANG BERBEDA SEBAGAI PAKAN ALAMI TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN GONAD TERIPANG LOKAL (Phyllophorus sp.)

DYAH AYU UMI ROHMATEN, 141011101 (2015) PENGARUH TIGA JENIS PLANKTON YANG BERBEDA SEBAGAI PAKAN ALAMI TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN GONAD TERIPANG LOKAL (Phyllophorus sp.). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text
ROHMATEN, DYAH AYU UMI.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketersediaan makanan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan gonad biota laut (Hasan, 2011), dimana diketahui bahwa untuk sintesis dan sekresi hormon reproduksi diperlukan bahan baku yang berasal dari makanan (Rohani, 1998). Teripang biasanya memakan plankton dari jenis diatom bentik, alga hijau, alga biru berfilamen yang hidup maupun mati pada permukaan karang, alga merah, copepoda dan gastropoda (Bakus, 1973). Diatom bentik, alga hijau, alga biru mempunyai komposisi kandungan gizi yang berbeda dan diduga berpengaruh terhadap perkembangan reproduksi dan kematangan gonad teripang (Phyllophorus sp.). Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian 3 jenis plankton (Chaetoceros sp., Chlorella sp. dan Spirulina sp.) terhadap tingkat kematangan gonad teripang lokal (Phyllophorus sp.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Histologi gonad dilakukan di Laboratorium Histologi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian plankton sebagai pakan alami pada induk teripang Phyllophorus sp., dan sebagai pakan kontrol yaitu campuran kotoran sapi dan dedak padi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter utama dalam penelitian ini adalah tingkat kematangan gonad teripang melalui pengamatan histologi gonad. Parameter pendukung penelitian ini adalah data kualitas air dalam bak pemeliharaan yang meliputi DO, salinitas dan suhu, warna gonad dan berat tubuh Phyllophorus sp. Hasil histologi gonad dan uji Anova menunjukkan bahwa perlakuan pakan plankton B (Chaetoceros sp.) berbeda nyata dengan perlakuan pakan A (kontrol), C (Chaetoceros sp.) dan D (Spirulina sp.). Perlakuan pakan tertinggi terdapat pada perlakuan pakan plankton B (Chaetoceros sp.). Sedangkan hasil Anova jumlah konsumsi pakan Chaetoceros sp. dan Chlorella sp. menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap pakan kontrol. Sedangkan konsumsi pakan Spirulina sp. menujukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap pakan kontrol. Parameter kualitas air selama penelitian dalam kondisi yang optimal. Salinitas selama penelitian berkisar antara 29-30 ppt, suhu berkisar antara 28-29°C, dan DO 6,5-8,2 ppm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK. PK. BP. 70-14 Roh p
Uncontrolled Keywords: FISHES � FEEDING; FISHES � FOOD; FEED UTILIZATION EFFICIENCY
Subjects: S Agriculture
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
DYAH AYU UMI ROHMATEN, 141011101UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dewi Masithah,, Dr. Ir., MP.UNSPECIFIED
ContributorJuni Triastuti,, Rr. S.Pi.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 07 Jan 2015 12:00
Last Modified: 24 Sep 2016 04:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26309
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item