PENAMBAHAN ATRAKTAN YANG BERBEDA DALAM PAKAN BUATAN PASTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FEED CONVERTION RATIO BELUT ( Monopterus albus ) DENGAN SISTEM RESIRKULASI

RACHMAT SANTOSO, 141011045 (2014) PENAMBAHAN ATRAKTAN YANG BERBEDA DALAM PAKAN BUATAN PASTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FEED CONVERTION RATIO BELUT ( Monopterus albus ) DENGAN SISTEM RESIRKULASI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text
SANTOSO, RACHMAT.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Belut sawah (Monopterus albus) merupakan ikan dari family Synbranchidae yang banyak dikonsumsi. Pengembangan budidaya ikan belut secara intensif di Indonesia belum banyak dilakukan, padahal permintaan ikan belut terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2007 volume ekspor ikan belut mencapai 2.189 ton sedangkan pada tahun 2008 meningkat menjadi 2.676 ton dan pada tahun 2009 menjadi 4.744 ton (Warta Pasar Ikan, 2010). Kegiatan budidaya belut dapat menggunakan lumpur sebagai media budidaya. Akan tetapi dalam kegiatan budidaya terdapat beberapa kendala yang sering muncul, yaitu harga pakan yang cukup tinggi dan budidaya menggunakan media lumpur cenderung lebih sulit dalam mengontrol pertumbuhan. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian pakan yang tepat serta pemeliharaan menggunakan media resirkulasi yang dapat memacu pertumbuhan yang lebih cepat dengan padat tebar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan atraktan yang berbeda dalam pakan buatan pasta terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan belut sawah (Monopterus Albus). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah : Perlakuan pertama kontrol (A) adalah pakan pasta yang tidak ditambahkan atraktan. Perlakuan kedua (B) adalah pakan pasta ditambahkan 8% minyak cumi, perlakuan ketiga (C) adalah pakan pasta ditambahkan 8% minyak ikan dan perlakuan keempat (D) adalah pakan pasta ditambahkan 8% minyak belut. Parameter utama yang diamati adalah pertumbuhan rasio konversi pakan. Parameter penunjang yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, kualitas air, meliputi suhu, kelarutan oksigen, pH dan amoniak. Analisis data menggunakan Analisis Varian (Anova) dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan atraktan yang berbeda dalam pakan buatan pasta memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan berat dan panjang mutlak, sedangkan pada rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Laju pertumbuhan berat terbaik pada perlakuan D(0,42%), kemudian berturut-turut diikuti oleh perlakuan B(0,41%), C(0,41%) dan A(0,40%). Laju pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada perlakuan D(2,54cm), kemudian berturut-turut diikuti oleh perlakuan B(2,16 cm), C(1,66cm) dan A(1,29cm). Kualitas air media pemeliharaan belut sawah adalah suhu 27-300C, pH 7-8, oksigen terlarut 4-6 mg/L dan amoniak 0-0,5 mg/L.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK. PK. BP. 93-14 San p
Uncontrolled Keywords: FISHES - FEEDING AND FEEDS
Subjects: S Agriculture
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
T Technology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
RACHMAT SANTOSO, 141011045UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Arief,, Ir., M.Kes danUNSPECIFIED
ContributorWidya Paramita Lokapirnasari,, Dr.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 08 Jan 2015 12:00
Last Modified: 24 Sep 2016 08:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26332
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item