PREVALENSI Myxobolus DAN HUBUNGAN KORELASINYA DENGAN JUMLAH POPULASI OLIGOCHAETA YANG BERPOTENSI SEBAGAI INANG ANTARA Myxobolus PADA IKAN KOI (Cyprinus carpio) DI SENTRA BUDIDAYA IKAN KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR

DENNY TRI YULIONO, 060810167P (2013) PREVALENSI Myxobolus DAN HUBUNGAN KORELASINYA DENGAN JUMLAH POPULASI OLIGOCHAETA YANG BERPOTENSI SEBAGAI INANG ANTARA Myxobolus PADA IKAN KOI (Cyprinus carpio) DI SENTRA BUDIDAYA IKAN KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (279kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan koi merupakan jenis ikan hias air tawar yang banyak dibudidayakan. Salah satu kendala yang harus dihadapi dalam budidaya ikan koi adalah penyakit. Penyakit merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Hal ini disebabkan karena penyakit dapat menyebabkan kerugian yang besar dalam waktu yang singkat. Salah satu jenis parasit yang sering menyerang benih ikan koi adalah Myxobolus yang dapat menyebabkan kematian hingga 80%. Beberapa spesies Myxobolus memerlukan inang antara yaitu cacing dari kelas olighochaeta, sedangkan yang sudah banyak ditemukan adalah Tubifex tubifex. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi ikan koi yang terserang Myxobolus dan potensi cacing oligochaeta dalam menyebarkan parasit Myxobolus di Desa Kemloko, Desa Nglegok, dan Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Jawa Timur. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada 6 kolam pembudidaya dengan jumlah ikan 500 ekor dengan umur dua bulan dan ukuran 4-7 cm. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada lima titik secara diagonal dengan luas 25x25 cm2 dan kedalaman 10 cm. Parameter utama yang diamati adalah prevalensi ikan koi yang terserang Myxobolus dan jumlah cacing oligochaeta yang ditemukan. Parameter penunjang meliputi kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ikan koi yang terserang Myxobolus yang terdapat pada sentra budidaya ikan di Kabupaten Blitar Jawa Timur adalah sebesar 44,2%, berarti kasus penyakit Myxobolus sudah umum terjadi. Cacing yang ditemukan pada kolam budidaya adalah cacing Tubifex. Prevalensi Myxobolus yang menyerang ikan koi tertinggi terdapat di Desa Kemloko sebesar 59%, selain itu cacing yang ditemukan di Desa Kemloko paling tinggi daripada Desa Nglegok dan Desa Penataran. Jika dilihat dari jumlah cacing Tubifex yang ditemukan maka ada kecenderungan bahwa cacing Tubifex berpotensi sebagai inang antara.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 56/12 Yul p
Uncontrolled Keywords: POPULATION
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
DENNY TRI YULIONO, 060810167PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGunanti Mahasri, Dr. Ir., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 22 Jan 2013 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 11:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26384
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item