Pengaruh Penggunaan Larutan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) terhadap Kadar Glukosa Darah Ikan Koi (Cyprinus carpio) Pasca Transportasi.

SRi HARWENI, 060610065P (2011) Pengaruh Penggunaan Larutan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) terhadap Kadar Glukosa Darah Ikan Koi (Cyprinus carpio) Pasca Transportasi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-harwenisri-21663-pkbp63-k.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2012-harwenisri-18477-pkbp63-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kegiatan transportasi dapat menyebabkan ikan mengalami stres akibat kepadatan tinggi dan penurunan kualitas air. Stres pada ikan yang berkepanjangan dapat memberikan akibat fatal seperti nafsu makan menurun, pertumbuhan terhambat, daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun dan selanjutnya dapat mengakibatkan kematian. Kematian akibat transportasi dan penanganan pasca transportasi mencapai 30-40%. Kematian terjadi beberapa hari setelah transportasi. Selama transportasi, ikan mengalami stres akibat kepadatan tinggi dan penurunan kualitas air. Stres pada transportasi ikan dapat meningkatkan glukosa darah. Pengukuran kadar glukosa darah dapat digunakan sebagai parameter stres yang sederhana, efektif dan memadai untuk berbagai macam stressor. Untuk mengatasi stres dapat menggunakan herbal bandotan (A. Conyzoides). Tanaman bandotan memiliki efek Ca blocking. Efek Ca blocking terjadi di retikulum endoplasma pada otot polos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daun bandotan (A. conyzoides) dalam media transportasi terhadap kadar glukosa darah ikan koi (C. carpio) pasca transportasi dan mengetahui dosis terbaik pemberian daun bandotan (A. conyzoides) pada media tranportasi ikan koi (C. Carpio) untuk menurunkan kadar glukosa darah ikan koi (C. carpio) pasca transportasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Perlakuan yang digunakan adalah dosis daun bandotan yang berbeda, yaitu A (0 g/L), B (0,45 g/L), C (0,9 g/L), D (1,35 g/L) dan E (1,8 g/L) masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar glukosa darah ikan koi setiap delapan jam selama dua puluh empat jam dan parameter pendukung, terdiri dari: kualitas air dan tingkat mortalitas ikan. Pengukuran kualitas air meliputi suhu, pH dan oksigen terlarut. Data yang diperoleh, diolah dengan menggunakan Analysis of Variant (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan Uji Dunnett guna mengetahui interaksi antara masing-masing perlakuan dengan kontrol berdasarkan waktu pengambilan data, kemudian dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun bandotan (A. conyzoides) dalam media transportasi tidak berpengaruh terhadap kadar glukosa darah ikan koi (C. carpio) pasca transportasi dan dosis tertinggi pemberian daun bandotan (A. conyzoides) dalam media transportasi terhadap kadar glukosa darah ikan koi (C. carpio) pasca transportasi adalah 0,45 g/L. Apabila dilakukan pemberian daun bandotan dalam media transportasi ikan, maka dosis tertinggi yang dapat diberikan sebanyak 0,45 g/L.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 63/11 Har p
Uncontrolled Keywords: KOI
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
SRi HARWENI, 060610065PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAkhmad Taufiq Mukti,, S.Pi., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 24 Jan 2012 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 10:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26446
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item