POTENSI EKSTRAK DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO

KHOIRUNNISA ASSIDQI, 060710129 P (2013) POTENSI EKSTRAK DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (456kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (431kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

dengan penyakit bercak merah. A. hydrophila dapat menyerang hewan amphibi, mamalia, serta beragam jenis ikan air tawar termasuk ikan mas (Cyprinus carpio Linn), ikan salmon (Salmonidae), belut (Anguilla sp.) dan lele (Clarias sp., Ictalurus sp.). Pengobatan MAS sampai sekarang masih banyak menggunakan antibiotik, sedangkan antibiotik sendiri banyak efek samping yang ditimbulkan. Penelitian ini mencoba untuk menemukan alternatif penggunaan zat antibakteri dengan menggunakan bahan alami yang diperoleh dari tanaman obat yaitu ekstrak daun patikan kebo (E. hirta) yang mengandung fenol, terpenoid, flavonoid, alkaloid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC) dari ekstrak daun patikan kebo (E. hirta) terhadap bakteri A. hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2011, di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dan Laboratorium Kimia Organik Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 11 perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah konsentrasi minimum ekstrak daun patikan kebo yang menghambat dan konsentrasi minimum ekstrak daun patikan kebo yang membunuh A. hydrophila dengan konsentrasi uji menggunakan pengenceran secara berseri yaitu 100 %; 10 %; 5 %; 2,5 %; 1,25 %; 0,625 %; 0,312 %; 0,156 %; 0,078 % dan masing-masing konsentrasi uji ditambah suspensi bakteri A. hydrophila (3 x 106 CFU/ml). Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA). Apabila perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil pengujian MBC tidak dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun patikan kebo mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap A. hydrophila secara invitro. Adapun berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa konsentrasi minimum ekstrak daun patikan kebo (E. hirta) yang dapat menghambat bakteri A. hydrophila adalah konsentrasi 0,156 % dan konsentrasi minimum ekstrak daun patikan kebo (E. hirta) yang dapat membunuh bakteri A. hydrophila adalah konsentrasi 0,312 %. Penghambatan pertumbuhan bakteri A. hydrophila membuktikan bahwa ekstrak daun patikan kebo mengandung senyawa aktif yang bersifat antibakterial. Penelitian ini merekomendasikan untuk melanjutkan penelitian tentang mekanisme zat aktif pada tanaman patikan kebo yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri A. hydrophila dan penggunaan ekstrak daun patikan kebo terhadap bakteri A. hydrophila secara invivo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 47 12 Ass p
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
KHOIRUNNISA ASSIDQI, 060710129 PUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWahyu Tjahjaningsih,, Ir., M. SiUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 21 Jan 2013 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 05:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26463
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item