METODE TOKEN ECONOMY DAN SELF-INSTRUCTIONAL TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA REMAJA DENGAN GANGGUAN ADHD : Suatu Studi Kasus

OCTAVIA AMANDA AYU, 110010413 (2005) METODE TOKEN ECONOMY DAN SELF-INSTRUCTIONAL TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA REMAJA DENGAN GANGGUAN ADHD : Suatu Studi Kasus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2006-ayuoctavia-1326-psi170-k.pdf

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
26480.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dunia pendidikan dewasa ini semakin menuntut kompetensi dan kompetisi dari setiap individu. Sementara itu, di satu sisi masih banyak dijumpai anak-anak maupun remaja yang mengalami gangguan dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Salah satu gangguan tersebut adalah Attention-Deficit Hyperactivity Disorders (ADHD) yang biasanya onset sebelum usia 7 tahun, namun jika tidak mendapat penanganan yang tepat bisa menetap hingga usia dewasa dan dapat menimbulkan pengaruh pada individu, misalnya memiliki harga diri atau kepercayaan diri yang rendah, gangguan dalam hubungan antar-personal, atau kinerja yang tidak optimal baik di sekolah maupun dunia kerja (O'Meara, 2002). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran metode behavioral therapy untuk meningkatkan konsentrasi remaja dengan gangguan ADHD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksplanatoris. Metode yang digunakan adalah metode token economy dan self-instructional training. Penelitian ini menggunakan pendekatan purposif, yaitu pemilihan subjek didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan multi sumber bukti. Subjek yang dipilih sebanyak 2 orang. Penelitian ini mencoba untuk memodifikasi perilaku tiap subjek sehingga kemampuan konsentrasinya bisa ditingkatkan. Penelitian berlangsung selama kurang lebih 4 minggu, dan hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: S1 dan S2 memiliki karakteristik ADHD yang tidak terlalu berat sehingga lebih mudah untuk diubah, namun perubahan yang terjadi tidak terlalu signifikan. S1 menunjukkan perubahan perilaku yang lebih banyak daripada S2. Hal ini disebabkan latar belakang keluarga dan motivasi S1 lebih mendukung program terapi ini daripada S2. Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode behavioral therapy yaitu kombinasi antara token economy dan self-instructional training cukup efektif untuk digunakan sebagai sarana untuk memodifikasi perilaku remaja dengan gangguan ADHD. Saran bagi praktisi pendidikan dan praktisi psikologi agar mengembangkan metode terapi behavioral semacam ini untuk menangani kasus ADHD. Bagi orang tua yang mendeteksi sejak dini adanya gejala gangguan ADHD pada anaknya agar segera berkonsultasi dengan ahli dan memberikan latihan intensif di rumah. Bagi penelitian selanjutnya, akan lebih baik jika memperpanjang waktu pemberian terapi sehingga perubahan perilaku yang ditampakkan lebih signifikan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi 17/06 Ayu m
Uncontrolled Keywords: TOKEN ECONOMY (PSYCHOLOGY); SELF-INSTRUCTION; ATTENTION - DEFICIT DISORDER IN ADOLESCENCE
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF173-175 Psychoanalysis
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
OCTAVIA AMANDA AYU, 110010413UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWoelan Handadari, Dra.Psi.,MSi.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 21 Jun 2006 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 16:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26480
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item