KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING) LANSIA YANG BERSTATUS DUDA PASCA KEMATIAN PASANGAN

DIAN PUTRI PERMATA SARI, 110210566 (2006) KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING) LANSIA YANG BERSTATUS DUDA PASCA KEMATIAN PASANGAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2007-saridianpu-4749-psi200-k.pdf

Download (349kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
26500.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah deskripsi mengenai kesejahteraan psikologis lansia yang berstatus duda pasca kematian pasangannya. Masa lanjut usia merupakan masa dimana seseorang mengalami berbagai kemunduran fungsi, baik fisiologis, psikologis, maupun sosial. Menjalani fase akhir kehidupan ini akan terasa lebih berat lagi ketika individu menyandang status duda karena kematian pasangannya. Kematian pasangan, khususnya pada usia lanjut merupakan kejadian normatif yang paling menimbulkan stress (Bisconti., et al, 2004:1). Walaupun secara statistik jumlah janda lebih banyak daripada duda, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kematian pasangan memberikan dampak yang lebih buruk pada laki-laki (Lee., et al, 2001:56). Dampak psikologis yang disebabkan oleh kematian pasangan ini akan mempengaruhi lansia dalam mencapai kondisi psikologis yang sehat, yang berarti pula tidak mampu mencapai kesejahteraan psikologis (psychological well being). Kesejahteraan psikologis disini adalah suatu keadaan dimana individu mampu menerima dirinya apa adanya, mampu membentuk hubungan yang hangat dengan orang lain, memiliki kemandirian terhadap tekanan sosial, mampu mengontrol lingkungan eksternal, memiliki arti dalam hidup, serta mampu merealisasikan potensi dirinya secara kontinyu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif studi kasus dengan tipe studi kasus intrinsik. Sedangkan teknik analisis data yang digunakam adalah analisi tematik. Langkah dalam strategi analisis data adalah dengan mengembangkan deskriptif dari hasil observasi dan wawancara dilanjutkan dengan membangun deskripsi kasus berdasarkan proposisi teoritis yang tercermin dalam pertanyaan penelitian, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis perbandingan kasus antar subyek. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kondisi menjadi duda merupakan suatu hal yang tidak mudah. Penerimaan diri pada duda lansia merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu. Ketiga subyek merasa kesepian sebagai konsekuensi status duda mereka. Hubungan positif masih dimiliki oleh ketiga subyek, dan keberadaan teman menjadi suatu hal penting bagi mereka. Pengaturan tugas rumah tangga tidak terasa begitu menyulitkan dalam dimensi otonomi karena peran significant others. Aktivitas di luar rumah masih digeluti oleh ketiga subyek. Dengan masih dilibatkannya mereka dalam berbagai kegiatan membuat mereka masih dihargai. Tujuan dan makna hidup masing-masing subyek terkait dengan religiusitas dan keyakinan mereka terhadap Tuhan. Kondisi mereka di usia lanjut mempengaruhi subyek dalam memandang dirinya sebagai individu yang terus berkembang. Secara umum, kesejahteraan psikologis yang dimiliki oleh para duda berusia lanjut tersebut dipengaruhi oleh kematangan pribadi mereka, dukungan sosial yang mereka terima dan juga religiusitas yang mereka miliki.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi 20/07 Sar k
Uncontrolled Keywords: AGE - PSYCHOLOGY
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
DIAN PUTRI PERMATA SARI, 110210566UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDuta Nurdibyanandaru, Drs.,MS.PsiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 14 Jun 2007 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 17:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26500
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item