KEYAKINAN TIDAK RASIONAL PADA PENDERITA FOBIA KUCING

ANDINI, 110210597 (2006) KEYAKINAN TIDAK RASIONAL PADA PENDERITA FOBIA KUCING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2007-andini-4755-psi240-k.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
26501.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fobia merupakan salah satu kondisi psikiatris yang paling umum dan jenis fobia yang paling umum teriadi adalah fobia hewan dari golongan fobia spesifik. Inti dari sebuah gangguan fobia terletak pada segi ketidakrasionalan atau ketidak- realistikannya. Tidak rasional yang dimaksud di sini adalah rasa takut dalam kasus fobia dipicu oleh stimulus yang tidak benar-benar menakutkan atau mengancam keselamatan diri. Salah satu konsekuensi dari keyakinan yang tidak rasional ini adalah timbulnya suasana hati negatif seperti kecemasan, depresi, atau kemarahan. Pikiran ini mengganggu kemampuan penderita untuk menyelesaikan masalah dan dapat menimbulkan perilaku yang membawa penderita pada masalah atau menimbulkan kesulitan lainnya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk keyakinan tidak rasional yang khas pada penderita fobia hewan dan mengetahui dinamika terbentuknya keyakinan tidak rasional tersebut. Dinamika terbentuknya keyakinan tidak rasional tersebut dijelaskan melalui kerangka teori behavioral, khususnya classical conditioning dan vicarious experience. Asumsi dasar teori behavioral pada fobia adalah reaksi tersebut merupakan basil dari perilaku yang dipelajari oleh penderita. Prosedur penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berdasarkan teori atau berdasarkan konstruk operasional. Subjek penelitian ini adalah orang dewasa, yaitu berusia 18 tahun ke atas, dan yang memiliki fobia terhadap kucing, berdasarkan kriteria fobia spesifik pada DSM IV. Metode penelitian ini adalah studi kasus eksplanatoris dengan teknik analisis data explanation building dan pattern matching. Penggalian data pada subjek dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian ini adalah subjek menganggap kucing sebagai hewan yang tidak bersahabat dengan subjek; mengancam; bentuknya aneh; berkaitan dengan hal-hal yang aneh dan tidak menyenangkan; menakutkan; tatapan matanya tajam dan detail, seakan penuh dendam, sehingga subjek merasa sebagai pihak yang lemah dan kalah; memiliki hubungan yang tidak menyenangkan dengan subjek sejak awalnya; bulunya mengerikan; dan menjijikkan karena jika subjek sudah menyentuh kucing, berarti juga sudah memegang daging dan seluruh organ-organ dalamnya. Keyakinan tidak rasional ini terbentuk melalui direct experience, stress due to life events, dan information transmission.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi 24/07 And k
Uncontrolled Keywords: IRRATIONALISM (PHILOSOPHY); PHOBIAS
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF698-698.9 Personality
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
ANDINI, 110210597UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIlham Nur Alfian, M.PsiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 14 Jun 2007 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 15:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26501
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item