KRISIS IDENTITAS REMAJA PENGGUNA NARKOBA (STUDI KASUS)

Aulia Kurniawati, 110010372 (2006) KRISIS IDENTITAS REMAJA PENGGUNA NARKOBA (STUDI KASUS). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2006-kurniawati-1364-psi510-k.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
26544.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fenomena penyalahgunaan narkoba yang terjadi saat ini merupakan masalah yang sangat memprihatinkan dan memerlukan penanganan serius dari semua pihak. Apalagi dengan adanya fakta bahwa sebagian besar pengguna narkoba adalah remaja. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah menemukan identitas dirinya. Pertama kali dalam hidupnya, remaja mulai menanyakan dan berusaha mendapatkan jawaban untuk menentukan siapa, apa dan bagaimana dirinya pada saat ini dan ingin menjadi siapa dan apakah dia nanti di masa dewasa. Dalam proses pembentukan identitas inilah, krisis identitas pada remaja dapat terjadi. Jika remaja tidak mendapatkan dukungan yang dibutuhkannya untuk dapat melalui proses ini, maka krisis identitas yang terjadi akan semakin berkepanjangan, dan dapat membuat remaja menjadi cemas, bingung, gelisah, frustasi, dan membuatnya semakin tidak percaya diri. Kondisi ini dapat membuat remaja menjadi mudah terpengaruh dengan lingkungan dan tindakan-tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang remaja menggunakan narkoba, efek yang dirasakan ketika menggunakan narkoba, faktor-faktor pembentukan identitas, dan bagaimana sebenarnya keterkaitan antara krisis identitas yang terjadi pada masa remaja dengan penyalahgunaan narkoba pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksplanatoris. Peneliti menggunakan dua sumber untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang sedang diteliti, yaitu subjek penelitian dan key person. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja pengguna narkoba yang sedang menjalani terapi di Pondok Inabah XIX. Peneliti menggunakan dua jenis metode pengumpulan data, yaitu observasi dan wawancara. Peneliti meningkatkan kredibilitas dengan menggunakan panduan penelitian berupa protokol studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data pembuatan penjelasan atau eksplanatoris. Teknik eksplanatoris ini merupakan tipe khusus penjodohan pola (pattern-matching) yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat suatu penjelasan mengenai kasus yang diteliti. Kesimpulan yang didapatkan dari analisis ketiga kasus adalah bahwa ketiga subjek sedang berada pada masa moratorium dalam proses pembentukan identitas mereka atau yang dalam teori Marcia disebut dalam tahap "penundaan identitas (identity moratorium)". Krisis identitas yang mereka alami diperburuk dengan iklim keluarga yang kurang mendukung, kurangnya tokoh identifikasi yang ada, dan pengembangan diri yang kurang optimal. Ketiga subjek mempunyai keinginan-keinginan dan harapan-harapan di masa depan meskipun belum spesifik dan juga belum mempunyai komitmen yang cukup kuat untuk dapat meraih keinginan dan harapannya tersebut. Penyalahgunaan narkoba menjadi pilihan mereka untuk melarikan diri dari komitmen yang harus mereka buat dan jalani dalam kehidupan mereka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB-KK2 Psi 51/06 Kur k
Uncontrolled Keywords: NARCOTIC ADDICTS ADULT CHILDREN
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF207-209 Psychotropic Drugs
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF698-698.9 Personality
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
Aulia Kurniawati, 110010372UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDewi Retno Suminar, Dra.,MSi.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 03 Jul 2006 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 16:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26544
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item