DINAMIKA PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PELAKU KASUS KEKERASAN YANG DITAHAN DI RUMAH TAHANAN (RUTAN) KLAS I SURABAYA(Studi Kasus)

Permatasari, Dian, NIM. 100210073 E (2008) DINAMIKA PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PELAKU KASUS KEKERASAN YANG DITAHAN DI RUMAH TAHANAN (RUTAN) KLAS I SURABAYA(Studi Kasus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-permatasar-7378-psi121-k.pdf

Download (411kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
26552nn.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika penerimaan diri pada remaja pelaku kekerasan yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya. Penerimaan diri menurut Maslow merupakan pemahaman akan keadaan diri, individu mampu menerima dan menyadari akan kekuatan dan kelemahan diri sebagaimana adanya diri mereka tanpa harus mengubah atau memalsukan diri. Mereka akan menghargai dan tidak membenci diri sendiri karena kekurangan yang dimiliki. Mereka tidak merasa malu atau bersalah terhadap keadaannya. Willey menambahkan induvidu yang memiliki penerimaan diri, mampu menerima setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupnya, bertanggung jawab terhadap perilakunya sendiri serta tidak menyalahkan orang lain karena keadaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus instrinsik, yaitu penelitian yang dilakukan karena ketertarikan atau kepedulian pada suatu studi kasus khusus. Teknik penelitian subyek yang digunakan adalah pemilihan subyek dengan kriteria tertentu antara lain: remaja awal yang masih termasuk dalam kelompok tahanan anak, yaitu individu yang berusia dibawah 18 tahun dan sedang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya. Subyek dengan jumlah 2 orang, ditahan karena telah melakukan tindak kekerasan yang dilakukan bersama rekan sebaya. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tematik, dengan menggunakan koding dari hasil transkrip wawancara yang telah diverbatim. Teknik analisis ini terdiri dari tiga tahapan yaitu: open koding, axial koding, selective koding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan diri yang dilakukan subyek 1 dan subyek 2 selama menjalani masa tahanan di Rutan Klas I Surabaya dipengaruhi oleh kepribadian subyek, hubungan subyek dengan beberapa tahanan, pemilihan teman dekat selama ditahan, serta dukungan yang diberikan orang terdekat diluar tahanan selama menjalani masa penahanan. Pada subyek 1 (WA) saat awal penahanan tampak tidak terima dianggap terlibat dengan peristiwa perkelahian. WA yang sebenarnya hanya bermaksud melerai, sempat menyalahkan NG yang tidak mau menerima nasihatnya dan menyebabkan perkelahian terjadi. Peristiwa penahanan membuat WA sering memikirkan keadaannya karena tidak dapat bekerja mencari nafkah untuk membiayai orangtua dan kakek-neneknya yang tinggal di Ngawi. Akibat penahanan membuat WA menjadi sering susah tidur malam, sering melamun dan menyendiri jika merasa tertekan. Selama ditahan WA sering kesal melihat tahanan lain mendapat kunjungan dari keluarga atau kerabat, mengingat WA tidak pernah dikunjungi keluarganya. WA akhirnya menyadari jika ia terlalu sering melamun akan menjadikan hari-hari akan semakin terasa lama. Sehingga WA memutuskan untuk mengisi hari-harinya dengan berkumpul bersama tahanan lain baik tahanan anak maupun tahanan dewasa. Sebagai usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup selama di Rutan Klas I Surabaya, WA mau menerima semua makanan dan minuman yang diberikan pihak Rutan. WA yang menjalin hubungan dengan semua penghuni, mendapat kepercayaan dari tahanan dewasa untuk melakukan beberapa tugas seperti mencuci pakaian dan peralatan makan atau menjaga wartel sehingga WA dapat memenuhi beberapa kebutuhan hidup seperti sabun mandi, sabun cuci, rokok dan terkadang sejumlah uang. Perasaan tertekan selama ditahanan berkurang sejak WA bertemu dengan ayahnya di Pengadilan Negeri Surabaya dan menitipkan perawatan kakek-neneknya. Perasaan kesal berubah menjadi iba melihat NG yang tiba di Rutan dalam keadaan lapar dan tidak memiliki uang. WA yang semula tidak memiliki perasaan kesal pada korban meskipun sempat memukul NG, menjadi kesal karena korban memandang rendah keluarga WA saat bertemu di Pengadilan Negeri Surabaya. Perasaan kesal berangsur menghilang setelah sidang usai. WA yang awalnya tidak menerima dianggap terlibat dengan peristiwa perkelahian mampu menerima putusan pengadilan setelah mendapat penjelasan dari hakim. WA bersyukur dengan putusan pengadilan yang memberikan masa penahanan singkat. WA berencana akan melanjutkan pekerjaannya setelah ia pulang dari Ngawi. Sedangkan pada subyek 2 (OS) awal penahanan merasa khawatir dan tertekan karena OS tidak pernah menjalani masa penahanan sebelumnya. OS juga mengkhawatirkan pendidikan SMU yang tertunda karena penahanan ini. OS kesal terhadap FE yang dianggap sebagai pemicu perkelahian dan membuat nama baiknya tercoreng. Peristiwa penahanan ini membuat orangtua OS menanggung malu terhadap lingkungan sekitar dan harus bekerja keras untuk membiayai OS selama ditahan. OS mengakui dirinya dan korban sama-sama bersalah dalam peristiwa ini, namun ia tetap tidak ingin meminta maafpada korban meskipun dapat meringankan hukumannya. Saat awal ditahan, OS cenderung hanya ingin berhubungan dengan beberapa tahanan anak dan tahanan dewasa yang sudah dikenal sebelumnya. OS tidak ingin berhubungan terlalu akrab dengan tahanan lain karena tidak ingin terlibat masalah. Namun OS tetap bersikap sopan terhadap semua penghuni Rutan. Seiring dengan berjalannya waktu, OS mengaku mau berhubungan dengan OS lebih memilih untuk menghabiskan waktu di kamar tahanan yang memiliki fasilitas cukup lengkap. OS berkeliling Rutan jika merasa bosan di kamar dan merasa ingin mengetahui keadaan di Rutan Klas I Surabaya. OS bersyukur dengan putusan sidang yang memberikan masa penahanan yang relatif singkat. la akan tetap menjalin hubungan dengan beberapa tahanan yang akrab dengannya. OS juga berencana melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda karena penahanan yang harus dijalaninya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi 121/07 Per d
Uncontrolled Keywords: EDUCATIONAL, HIGHER; SOCIAL PSYCHOLOGY
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF698-698.9 Personality
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ793-799.2 Youth. Adolescents. Teenagers
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
Permatasari, Dian, NIM. 100210073 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWoelan Handadari, Dra., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 16 Jul 2008 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 18:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26552
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item