PENGARUH PELATIHAN LINTAS BUDAYA PRA KEBERANGKATAN TERHADAP TINGKAT CULTURAL COMPETENCE (KOMPETENSI BUDAYA) CALON HOUSE MAID (PEKERJA RUMAH TANGGA) KE HONGKONG

Nur Fatwikiningsih, 110210568 (2007) PENGARUH PELATIHAN LINTAS BUDAYA PRA KEBERANGKATAN TERHADAP TINGKAT CULTURAL COMPETENCE (KOMPETENSI BUDAYA) CALON HOUSE MAID (PEKERJA RUMAH TANGGA) KE HONGKONG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-fatwikinin-4849-psi08_0-k.pdf

Download (407kB) | Preview
[img] Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2007-fatwikinin-4849-psi08_07.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan semakin meningkatnya pengiriman house maid (pekerja rumah tangga) ke luar negeri yang dilakukan oleh agen-agen house maid (pekerja rumah tangga) di Indonesia. Namun kenyatannya, hingga saat ini kualifikasi house maid (pekerja rumah tangga) asal Indonesia masih kurang memenuhi standart cultural competence (kompetensi budaya) di rumah majikannya, khususnya dalam lingkup rumah tangga majikan Hongkong. Cultural competence (kompetensi budaya) yang dimaksudkan disini adalah serangkaian perilaku dan sikap-sikap yang berkaitan dengan budaya dalam lingkup rumah tangga majikan yang memungkinkan house maid (pekerja rumah tangga) dapat bekerja dengan efektif bila mampu memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya tersebut. Pelatihan lintas budaya ini sengaja peneliti rancang sebagai salah satu uji coba dalam upaya meningkatkan cultural competence (kompetensi budaya) pekerja rumah tangga. Selama ini, pelatihan ini dirancang khusus untuk expatriate (pekerja asing) yang bekerja di sektor formal, seharusnya sektor informal seperti pekerja rumah tangga migran juga membutuhkan ini. Pelatihan lintas budaya yang dibuat peneliti disini bertujuan untuk memberikan bekal dan gambaran bagi pekerja rumah tangga mengenai sikap kerja, kebiasaan kerja, dan kebiasaan hidup saat berada di lingkup rumah tangga majikan Hongkong. Dengan demikian, pekerja rumah tangga akan mendapatkan bekal untuk kesiapan mereka nanti dalam menyesuaikan dirinya dengan cara kerja dan cara berperilaku yang sesuai dengan budaya tuan rumah. Sehingga tingkat cultural competence (kompetensi budaya) mereka akan meningkat. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan berupa desain the one group pretest postest design. Subyek penelitian yang mengikuti pelatihan ini adalah calon house maid yang tinggal di penampungan PT. Anugerah Usaha Jaya Sidoarjo. Adapun karakteristik subyek penelitian ini adalah calon house maid yang lama tinggal di penampungan selama satu bulan, tingkat pendidikan minimal SNP, berasal dari desa, dan mereka minat bekerja ke Hongkong. Sebelum merancang pelatihan ini, awalnya peneliti melakukan analisa kebutuhan, yakni analisa terhadap tugas house maid (pekerja rumah tangga), analisa terhadap house maid (pekerja rumah tangga) itu sendiri, serta analisa terhadap organisasi house maid (pekerja rumah tangga). Dari analisa terhadap tiga hal tersebut, menunjukkan bukti bahwa pelatihan lintas budaya pra keberangkatan periu untuk diberikan. Sedangkan untuk proses perancangan materi pelatihan, awalnya perieliti melakukan studi etnografi dengan unit analisis budaya majikan Hongkong. Teknik yang digunakan adalah wawancara dengan informan (mantan pekerja rumah tangga ke Hongkong dan beberapa trainer (pelatih) pekerja rumah tangga ke Hongkong) serta studi dokumen. Hasil studi etnografi ini menjadi referensi skenario film untuk materi pelatihan. Selain itu, proses perancangan pelatihan ini juga melibatkan komunitas mantan house maid (pekerja rumah tangga) ke Hongkong. Studi kompetensi budaya juga peneliti lakukan dan menghasilkan satu model kompetensi budaya pekerja rumah tangga ke Hongkong baik itu pads level pengetahuan dan ketrampilan kerja serta performance skills dan competencies. Teknik yang peneliti gunakan disini adalah memakai teknik behavioral event interview. Khusus untuk content validity (validitas isi), peneliti menggunakan penilaian interater atas aspek yang berkaitan dengan (1) film dan modul pelatihan (2) skenario awal film (3) edit awal film. Hasil validasi isi menunjukkan bahwa modul pelatihan dan film tersebut telah sesuai untuk dipakai path pelatihan lintas budaya pra keberangkatan bagi calon house madi ke Hongkong. Pelatihan ini memberikan ketrampilan dan pengetahuan berkaitan dengan kompetensi budaya pekerja rumah tangga ke Hongkong dan informasi yang mereka peroleh berkaitan dengan episodic memory (memori peristiwa), semantic memori (berkaitan dengan fakta dan konsep), dan procedural memory tetapi pada tahap kognitif (memori tentang pengetahuan bagaimana ketrampilan tertentu dijalankan). Sedangkan metode penyampaian materi pelatihan ini dengan menggunakan media audio visual (film) serta buku serf bergambar yang isinya relevan dengan isi film tersebut. Variabel kompetensi budaya ini diukur dengan (1) soal tes uji kemampuan aktual terkait dengan kompetensi budaya pekerja rumah tangga yang berupa tes pengetahuan kognitif dengan pilihan aitem dikotomi (2) soal tes uji pemahaman budaya tuan rumah dengan dua tipe soal (soal serf bergambar skenario 1-17 dan soal skenario 18-34). Validitas aitem untuk soal tes aitem dikotomi pada uji cultural competence (kompetensi budaya) dengan memakai estimasi konsistensi internal menunjukkan bahwa ada 11 aitem yang dianggap valid. Indeks reliabilitas aitem menunjukkan nilai alpha sebesar 0,555. Hasil analisa data terhadap tiga basil pengambilan data untuk evaluasi sumatif dengan menggunakan uji wilcoxon untuk sampel berpasangan menunjukkan bahwa Ha diterima (0,0025 untuk soal 1-17, 0,0045 untuk soal 18-34, dan 0, 0055 untuk soal aitem pilihan dikotomi). Jadi dapat disimpulkan bahwa pelatihan budaya pra keberangkatan memiliki pengaruh terhadap tingkat kompetensi budaya house maid (pekerja rumah tangga) ke Hongkong. Sedangkan untuk basil evaluasi formatif menunjukkan bahwa (1) media film yang peneliti gunakan telah membantu mereka dalam belajar memahami perkataan dan instruksi majikan Hongkong (2) media film sesuai untuk membuat peserta merasakan arti penting bersikap yang baik dengan majikan (3) penggunaan metode film yang diselingi juga dengan buku seri bergambar juga membantu mempermudah trainee dalam belajar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi.08/07 Saf h
Uncontrolled Keywords: PENGARUH PELATIHAN LINTAS BUDAYA
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF180-205 Experimental Psychology
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
Nur Fatwikiningsih, 110210568UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFajrianthi, Dra.,M.PsiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 15 Jun 2007 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 21:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26738
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item