BATALYON INFANTRI LINTAS UDARA 503 MAYANGKARA DI SURABAYA TAHUN 1945-1949

ANGGOLA DWI POERBA, 120110231 (2006) BATALYON INFANTRI LINTAS UDARA 503 MAYANGKARA DI SURABAYA TAHUN 1945-1949. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-poerbaangg-1580-fssej2-k.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2006-poerbaangg-1580-fssej2-6.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi yang berjudul Peranan Batalyon Lintas Udara 503 Mayangkara di Surabaya Tahun 1945-1949 menguraikan bagaimana peranan Batalyon ini dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayah Surabaya sebagai implikasi terhadap kedaulatan RI. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah deskriptif analistis yaitu dengan menguji dan menganalisa secara teoritis jejak-jejak masa lampau. Proses ini terdiri dari dua tahap yaitu: analisis dan kritik sejarah, sedangkan tahap sintesis terdiri dari interpretasi dan historigrafi. Hasil dari studi literatur dan studi lapangan dapat diketahui adanya peristiwa-peristiwa Surabaya yang mendorong tumbuhnya Batalyon Infantri Lintas Udara 503 Mayangkara. Proklamasi kemerdekaan yang tiba di Surabaya yang menimbulkan bentrokan dengan pemerintah Jepang yang masih untuk menguasai Vacum of Power sebelum kedatangan sekutu, maka dibentuklah BKR Surabaya yang dipimpin Kolonel Soengkono. Karena kegagalan Wingate yang dilakukan Pasca Agressi Militer Belanda II, Kolonel Soengkono memerintahkan Mayor Djarot Subijantoro untuk memasuki wilayah Surabaya secara diam-diam dan membangun jaringan bawah tanah. Pasukan Batalyon berhasil memasuki Kota Surabaya dengan pasukan lengkap dan peralatan berat, keberhasilan tersebut karena taktik yang digunakan adalah banyak memakai jalur sungai, sehingga jejak mereka sulit dideteksi meski kuno tetapi taktik tersebut sering digunakan tentara Indonesia. Untuk menjaga keamanan kota maka dibentuklah barium bersenjata yang diamanatkan kepada R. Djarot Subijantoro yang pada mulanya disebut sebagai Barisan Penyerbu (BP). Pada tahun 1949 Batalyon 503 Mayangkara merupakan yang berhasil memasuki Surabaya tanpa diketahui oleh Intelejen Belanda dan berhasil menguasai keadaan. Hal ini membuktikan bahwa kekuatan militer Surabaya tidak dapat dianggap remeh, sehingga berhasil mengelabui Belanda

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej 22/06 Poe b
Uncontrolled Keywords: MILITARY - HISTORY
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CB History of civilization
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANGGOLA DWI POERBA, 120110231UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMuryadi, Drs.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 07 Aug 2006 12:00
Last Modified: 14 Jun 2017 18:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26921
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item