KONGRES PEMUDA SUNDA DI BANDUNG 1956 (Sejarah Mentalitas Masyarakat Sunda)

VIKA CHORIANTI, 120210401 (2007) KONGRES PEMUDA SUNDA DI BANDUNG 1956 (Sejarah Mentalitas Masyarakat Sunda). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-choriantiv-4265-fssej0-k.pdf

Download (328kB) | Preview
[img] Text (full text)
chori.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku dan etnis. Keanekaragaman suku atau etnis tersebut dapat memunculkan potensi etnosentrisme, yaitu perasaan sentimen dan antipati yang ditujukan pada suku yang lain. Etnis Sunda tidak luput dari perasaan itu. Perasaan tersebut ditujukan pada etnis Jawa. Perasaan sentimen dan antipati etnis Sunda terhadap etnis Jawa sesungguhnya diakibatkan sejumlah peristiwa yang buruk dan masih membekas dalam benak etnis Sunda diantaranya peristiwa Perang Bubat, penjajahan Mataram, dan peristiwa pemberontakan Dipati Ukur. Pada masa pasca kemerdekaan, perasaan sentimen dan antipati tersebut masih belum hilang dikarenakan adanya peristiwa non dan co, pemberontakan Kartosuwiryo, hingga larangan PNI Jawa Barat kepada anggotanya untuk ikut terlibat dalam organisasi kedaerahan. Peristiwa-peristiwa diatas yang melatarbelakangi munculnya selebaran dari Front Pemuda Sunda yang meminta kepada etnis Sunda untuk membenci Soekarno, PNI dan dominasi Jawa. Adanya selebaran tersebut memunculkan polemik hingga tokoh-tokoh Sunda memutuskan untuk mengadakan Kongres Pemuda Sunda guna membicarakan penyelesaian dan permasalahan-permasalahan yang timbul di wilayah Sunda. Dari uraian-uraian tersebut diatas, maka penelusuran sejarah mengenai KPS dipandang sebagai suatu hal yang menarik untuk direkons-truksi ulang sebagai kajian sejarah. Ada beberapa permasalahan yang ingin diangkat yaitu mengenai faktor yang mendorong pemuda Sunda untuk mengadakan kongres, proses kongres berlangsung, bentuk wacana etnosentrisme dalam kongres dan reaksi pemerintah juga etnis Sunda dalam menanggapi kongres. Metode yang dilakukan dalam penulisan ini adalah penelitian sejarah yang meliputi pemilihan topik, pengumpulan sumber, melakukan kritik intern dan ekstern, melakukan intepretasi, dan penulisan. Sumber yang digali meliputi sumber tertulis seperti koran Pikiran Rakyat dan majalah Kudjang, serta sumber lisan melalui wawancara dengan pelaku sejarah yaitu orang yang terlibat dalam Kongres Pemuda Sunda tersebut. Kongres Pemuda Sunda pada akhirnya menjadi titik tolak kebangkitan kesadaran akan adanya perasaan etnosentrisme dalam etnis Sunda. Hal ini tercermin dalam hasil keputusan kongres. Reaksi masyarakat juga menunjukkan hal tersebut karena adanya antusiasme selama pelaksanaan kongres berlangsung hingga kongres berakhir

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej 06/07 Cho k
Uncontrolled Keywords: YOUTH COMMUNITY; JAVANESE LITERATURE
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
VIKA CHORIANTI, 120210401UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorShinta Devi I.S.R.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 12 Apr 2007 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 18:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26926
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item