REAKSI MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP TINGGINYA INFLASI DAN KEBIJAKAN SANERING (1965-1968)

Deddy Hendro Subekti, 129910069 (2007) REAKSI MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP TINGGINYA INFLASI DAN KEBIJAKAN SANERING (1965-1968). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-subektided-7255-fssej0-k.pdf

Download (332kB) | Preview
[img] Text (full text)
subekti.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kajian kali ini membicarakan tentang reaksi masyarakat Surabaya terhadap kondisi sulit yang dialami pada tahun 1965-1968. Pokok permasalahan yang diangkat dalam kajian kali ini berkutat pada dua hal. Pertama yaitu bagaimana dampak hiper inflasi serta munculnya kebijakan sanering yang dikeluarkan pada tanggal 13 Desember 1965 terhadap kondisi social ekonomi masyarakat Surabaya. Kedua, bagaimana reaksi masyarakat Surabaya menghadapi kebijakan sanering yang dikeluarkan oleh pemerintah pada tanggal 13 Desember 1965 tersebut. Kajian ini memperlihatkan bagaimana reaksi masyarakat Surabaya untuk bertahan dalam himpitan ekonomi yang sangat erat. Kekacauan ekonomi yang terjadi di Indonesia memang telah dimulai pada revolusi fisik (perang kemerdekaan), akan tetapi kondisi ini memburuk hingga mengakibatkan inflasi yang menghebat dan memasuki tahapan hiper inflasi. Pada masa ini pemerintah mengeluarkan kebijakan sanering untuk kali pertama. Pasca Dekrit Presiden 5 Juli 1959, kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik bahkan memasuki tahap hiper inflasi untuk kali kedua. Pemerintahan Soekarno mengeluarkan sebuah kebijakan ekonomi yang sangat mengejutkan yaitu dengan mendevaluasi nilai mata uang yang telah beredar dengan nilai mata uang baru. Hal ini tentu saja berdampak pada sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia, dan tentu saja masyarakat Surabaya. Devaluasi nilai mata uang yang terjadi, berimbas pada naiknya harga-¬harga bahan pokok yang ada di pasaran. Dengan naiknya harga bahan-bahan pokok, membuat harga-harga yang lain seperti barang dan jasa ikut meroket naik. Kenaikan harga-harga ini membuat masyarakat Surabaya bereaksi. Reaksi-reaksi itu antara lain dengan menarik simpanan di bank, menjual harta benda dan lain sebagainya. Hal tersebut dunaksudkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi ada pula yang melakukan tindakan-tindakan yang justru memperkeruh suasana dengan cara menimbun barang dan memonopoli harga. Walaupun pemerintah mengeluarkan tindakan tegas untuk mencegah hal-hal tersebut, akan tetapi masih ada saja yang berani melakukan penimbunan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej 03/08 Sub r
Uncontrolled Keywords: SOCIAL CONDITION; ECONOMIC CONDITION
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsEmail
Deddy Hendro Subekti, 129910069UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPurnawan Basundoro, SS., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 04 Jun 2008 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 18:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/26956
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item