PERSPEKTIF STRUKTURAL-SEMIOTIK TERHADAP NOVEL DEWI KAWI KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO

LAKSMI EKO SAFITRI, 120610071 (2010) PERSPEKTIF STRUKTURAL-SEMIOTIK TERHADAP NOVEL DEWI KAWI KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-safitrilak-ABSTRAK.pdf

Download (722kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-safitrilak-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini berjudul “Perspektif Struktural-Semiotik Terhadap Novel Dewi Kawi Karya Arswendo Atmowiloto”. Penelitian ini bertujuan, pertama mengungkap struktur novel Dewi Kawi, kedua menjelaskan makna yang terkandung atas aspek-aspek simbolik yang terdapat dalam struktur teks. Melalui bantuan teori fiksi Robert Stanton, dapat diketahui secara detail struktur yang membangun teks, yaitu alur, latar, karakter, sudut pandang, gaya dan tone. Hasil pada tahap pertama ini, dimanfaatkan untuk mempermudah analisis pada tahap kedua yaitu pengungkapan makna dengan menggunakan teori semiotika yang dikembangkan oleh Michael Riffaterre. Hasil dari penelitian ini ditemukan model dan matriks Dewi Kawi. Model Dewi Kawi adalah „dewi kawi‟. Model „dewi kawi‟ diperoleh melalui varian-varian yang berupa Kawi sebagai karakter perempuan, „kawi‟ sebagai perwujudan kekayaan, dan situs-situs pesarean yang terkandung dalam teks. Dari model tersebut diperoleh matriks Dewi Kawi yaitu mempersoalkan posisi harta dan perempuan dalam alam pemikiran tradisional Jawa. Pemakaian nama dan karakter atas Eling, Waspodo, dan Kawi dilatarbelakangi oleh keberadaan Serat Kalatidha, novel The Godfather, konsep perempuan yang memiliki makna ambivalen, dan situs Pesarean Gunung Kawi. Berdasarkan hipogram tersebut diperoleh makna ambivalensi penamaan dan karakter Eling sebagai bentuk kritik terhadap raelitas sosial yang cenderung mengagungkan kesenangan duniawi (profan) dan mengabaikan aspek spiritual. Selain itu, memberikan pandangan bahwa laki-laki dianggap ideal, diidentikkan dengan harta dan perempuan tidak selamanya memberikan keharmonisan, terkadang hal tersebut merupakan sumber kehancuran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 57/ 10 Saf p
Uncontrolled Keywords: NOVEL
Subjects: P Language and Literature
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
LAKSMI EKO SAFITRI, 120610071UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPuji Karyanto, S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 21 Mar 2011 12:00
Last Modified: 15 Aug 2016 06:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27009
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item