KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI ANTARA SANTRI DAN KIAI PONDOK PESANTREN ISLAM AT-TAUHID SURABAYA

ROKAYAH, 120610198 (2010) KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI ANTARA SANTRI DAN KIAI PONDOK PESANTREN ISLAM AT-TAUHID SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-rokayah-ABSTRAK.pdf

Download (573kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-rokayah-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (975kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masyarakat pesantren merupakan komunitas yang menarik untuk diteliti. Kesantunan berbahasa dalam interaksi santri dan Kiai memiliki suatu kekhasan yang berbeda di setiap pondok pesantren, terutama pesantren tradisional. Oleh karena itu, penelitian tentang “Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Antara Santri dan Kiai Pondok Pesantren Islam At-Tauhid menarik untuk diteliti. Dalam penelitian ini, permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimanakah wujud kesantunan berbahasa dalam interaksi antara santri dan Kiai pondok pesantren Islam At-Tauhid Surabaya dan faktor-faktor apakah yang memengaruhi kesantunan berbahasa dalam interaksi antara santri dan Kiai pondok pesantren Islam At-Tauhid surabaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran wujud kesantunan berbahasa dalam interaksi antara santri dan Kiai pondok pesantren Islam At-Tauhid Surabaya dan faktor-faktor apakah yang memengaruhi kesantunan berbahasa dalam interaksi antara santri dan kiai pondok pesantren Islam At-Tauhid surabaya. Melalui pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif ditemukan bahwa pesantren khususnya pesantren tradisional merupakan komunitas yang unik. Penerapan norma-norma pesantren maupun budaya Jawa masih terlihat kuat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak dan metode cakap. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode pragmatis. Kemudian hasil data yang dianalisis tersebut disajikan secara informal yaitu dalam bentuk kata-kata biasa. Dari kajian teoretik diketahui bahwa latar belakang sosial dan status Kiai sebagai power of reating ‘ peringkat kekuasaan’ memiliki pengaruh terhadap kesantunan berbahasa santri kepada Kiai. Dari faktor-faktor itulah dapat menghasilkan suatu wujud kesantunan berbahasa. Kesantunan berbahasa dalam interaksi antara santri dan Kiai pondok pesantren Islam At-Tauhid ditemukan dua jenis kesantunan yaitu kesantunan verbal dan nonverbal. Pemakaian tuturan bermakna pragmatik imperatif hampir bisa dipastikan tidak ada dalam tuturan santri terhadap Kiai. Hal ini dipengaruhi oleh konteks sosial, konteks situasi serta perpaduan budaya pesantren dan Jawa. Selain itu, dari penelitian ini ditemukan bahwa tuturan yang lebih panjang tidak selalu dinilai lebih santun. Justru dalam komunikasi santri terhadap Kiai, tuturan yang pendek, singkat, dan tidak banyak bicara dinilai lebih santun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 78/ 10 Rok k
Uncontrolled Keywords: LANGUAGE AND LANGUAGES; ETHICS
Subjects: P Language and Literature
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
ROKAYAH, 120610198UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBea Anggraini, S.S., M. Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 25 Mar 2011 12:00
Last Modified: 16 Aug 2016 07:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27037
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item