PERAN GANDA TOKOH ASROEL DALAM NOVEL TEMBANG ILALANG KARYA MD. AMINUDIN ANALISIS DRAMATURGI GOFFMAN

HAMAMA HANAN, 120410709 (2012) PERAN GANDA TOKOH ASROEL DALAM NOVEL TEMBANG ILALANG KARYA MD. AMINUDIN ANALISIS DRAMATURGI GOFFMAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (262kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini menggunakan obyek karya sastra yang berjudul Tembang Ilalang karya Md. Aminudin. Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui tokoh dan penokohan sebagai ciri keambiguan peran tokoh Asroel. Yang kedua adalah mengetahui letak keambiguan tokoh Asroel melalui unsur pembentuk diri yaitu ‘I’ dan ‘me’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang deskriptif analitik, yakni menguraikan data-data dan mendeskripsikan unsure-unsur yang mengandung aspek psikologis sehingga akan diperoleh suatu pemahaman yang lebih konprehensif. Tahap analisis dibagi menjadi dua, pertama adalah menganalisis tokoh dan penokohan serta latar sebagai unsur intrinsik. Kedua adalah menganalisisa keambiguan peran tokoh Asroel dengan memanfaatkan teori Dramaturgi Goffman. Hasil penelitian tokoh dan penokohan dapat diketahui bahwa tokoh utama Asroel mengalami kemenduaan peran. Hal ini terlihat dari interaksi yang dilakukan oleh tokoh Asroel dengan dua lingkungan yang berbeda yaitu Sarekat Islam dan Perserikatan Komunis Indonesia. Keambiguan ini terlihat ketika tokoh Asroel memainkan perannya sebagai anggota kedua organisasi tersebut yang dijalaninya dalam waktu bersamaan. Analisis selanjutnya memanfaatkan teori dramaturgi Goffman untuk mengetahui posisi ‘I’ dan ‘me’ pada tokoh Asroel. Diri terdiri dari dua unsur yaitu ‘I’ dan ‘me’. ‘I’ merupakan pelaku atau subyek yang melakukan pekerjaan. ‘I’ pada diri tidak terbentuk begitu saja sebab baru akan terbentuk jika diri melakukan interaksi dengan lingkungannya. Sehingga ‘I’ pada diri terbentuk melalui proses berfikir. Dapat dikatakan ‘I’ merupakan sebuah pondasi yang karakternya tidak dapat berubah sebab terbentuk dari sebuah pemikiran. Untuk menjadikan sesuatu sebagai sebuah pemikiran perlu ada keselarasan atara ruh, jiwa dan pikiran sehingga keberadaan pemikiran yang membentuk ‘I’ dapat bertahan sebagai sebuah pribadi. Posisi ‘I’ pada tokoh Asroel terlihat ketika Asroel memainkan perannya sebagai anggota Sarekat Islam. Sedang masih di panggung yang sama, Asroel berperan sebagai anggota Perserikatan Komunis Indonesia. Ketika Asroel berperan sebagai anggota Perserikatan Komunis Indonesia inilah posisi ‘mei’ pada diri Asroel terlihat. Sehingga kemabiguan ini terlihat dari cara Asroel memainkan peran sebagai ‘I’ dan ‘me’ dalam satu panggung di waktu bersamaan. Persis seperti unsur yang terdapat dalam dramturgi yaitu panggung depan, panggung belakang, setting , penampilan dan gaya digunakan untuk melihat lebih jauh hal-hal yang mendukung keambiguan peran tokoh Asroel selama berada di lingkungan Sarekat Islam dan Perserikatan Komunis Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI.09 12 Han p
Uncontrolled Keywords: NOVEL
Subjects: P Language and Literature
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania > PL5051-5497 Malayan (Indonesian) languages
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
HAMAMA HANAN, 120410709UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLISTIYONO SANTOSO,, S.S, M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 07 Nov 2012 12:00
Last Modified: 15 Aug 2016 08:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27073
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item