KESENIAN JARANAN TURONGGO YAKSO DI KABUPATEN TRENGGALEK, PERKEMBANGAN DAN PERSEBARANNYA TAHUN 1976-1997

ADISTI NURHERLITA, 120710284 (2012) KESENIAN JARANAN TURONGGO YAKSO DI KABUPATEN TRENGGALEK, PERKEMBANGAN DAN PERSEBARANNYA TAHUN 1976-1997. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kesenian Jaranan Turonggo Yakso di Kabupaten Trenggalek, Perkembangan dan Persebarannya tahun 1976-1997” bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kesenian jaranan Turonggo Yakso dari awal berdiri sebagai sebuah kesenian lokal kecamatan terus berkembang menjadi kesenian yang digemari masyarakat kabupaten Trenggalek dan menjadi kesenian khas kabupaten tersebut. Metode dan sumber yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode sejarah, yaitu tahap pencarian topik, tahap pengumpulan sumber data, verifikasi atau kritik sumber: yaitu tahap untuk memperoleh keabsahan sumber, tahap interpretasi atau penafsiran, dan yang terakhir adalah disusun secara obyektif. Sumber yang penulis pergunakan berupa sumber dari majalah, koran, serta sumber pendukung yakni berupa buku. Jaranan Turonggo Yakso adalah sebuah kesenian tradisional berupa pasukan berkuda dengan menunggang kuda yang etrbuat dari rotan. Turonggo Yakso muncul pada tahun 1976 di desa Dongko kecamatan Dongko. Jaranan Turonggo Yakso merupakan bagian dari tradisi Baritan. Tradisi Beritan merupakan tradisi agraris masyarakat Dongko sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Dongko terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil panen yang dicapai. Jaranan Turonggo Yakso sebagai bagian dari tradisi Baritan merupakan representasi hama yang dibasmi oleh petani. Kuda-kudaan pada Turonggo Yakso berupa kuda berkepala raksasa adalah simbol hama perusak dan hawa nafsu yang harus bisa dikuasai oleh manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaranan Turonggo Yakso mengalami dinamika dalam proses perkembangan tahun 1976-1997. Turonggo Yakso pertama kali pentas di desa Dongko tahun 1977. Masyarakat merespon positif pentas tersebut dan meminta untuk tampil di luar Dongko tahun 1980. Kesenian jaranan Turonggo Yakso ini berkembang melalui proses persebaran dari satu desa ke desa lain dilanjutkan dari satu kecamatan ke kecamatan lain hingga menjadi sebuah kesenian yang dimiliki masyarakat seluruh kabupaten tersebut. Kesenian ini masih bertahan hingga saat ini dengan diadakannya festival jaranan dan pawai kesenian secara rutin oleh pemerintah kabupaten Trenggalek.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.SEJ.03/12 Nur k
Uncontrolled Keywords: ART
Subjects: C Auxiliary Sciences of History
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ADISTI NURHERLITA, 120710284UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPradipto Niwandhono, S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 20 Nov 2012 12:00
Last Modified: 23 Aug 2016 04:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27110
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item