INDUSTRI MINYAK DI BALIKPAPAN DALAM LINTASAN KEKUASAAN 1900-1966

AKHMAD RYAN PRATAMA, 12071002 (2012) INDUSTRI MINYAK DI BALIKPAPAN DALAM LINTASAN KEKUASAAN 1900-1966. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (92kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tulisan ini mengkaji bagaimana kemunculan industri minyak di Balikpapan serta perkembangannya sebelum Perang Dunia II. Industri minyak Balikapan memiliki peranan yang cukup penting selama masa kolonial Belanda, penjajahan Jepang, hingga Proklamasi Kemerdekaan sebagai sumber pemenuhan energi dan sumber pendapatan negara. Metode serta sumber yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode sejarah, yaitu melalui tahap pencarian topik, tahap pengumpulan sumber data, verifikasi atau kritik sumber: yaitu tahap untuk memperoleh keabsahan sumber, tahap interpretasi atau penafsiran, dan yang terakhir adalah disusun secara obyektif. Sumber yang penulis pergunakan berupa sumber dari Economisch Weekblad, laporan arsip kolonial, koran, serta sumber pendukung yakni berupa buku. Industri minyak di Balikpapan muncul ketika terdapat penemuan sumber minyak dan pemberian konsesi oleh Kesultanan Kutai di teluk Balikpapan. Industri minyak ini berkembang dengan mengelola minyak mentah dari sumur minyak yang ada di daerah-daerah di sekitar Balikpapan. Pada tahun 1910 sampai 1930 industri minyak Balikpapan merupakan salah satu penghasil minyak olahan terbesar di Hindia Belanda. Peranan penting itulah yang menyebabkan Jepang pada saat Perang Dunia II meletus segera menguasai kilang minyak di Balikpapan untuk mengamankan kebutuhan bagi mesin-mesin perangnya. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Indonesia segera melakukan proses nasionalisasi terhadap industri minyak di Balikpapan untuk mengamankan ketahanan energi nasional dan sumber devisa negara. Penelitian ini menemukan bahwa industri minyak Balikpapan pada masa kolonial memiliki produksi minyak yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta diekspor ke luar negeri, kegiatan tersebut menghasilkan devisa yang besar bagi pemerintah kolonial Belanda. Kemampuan industri minyak Balikpapan untuk memproduksi minyak dalam jumlah yang besar membuat Jepang, dan Indonesia berusaha untuk menguasainya guna mengamankan kepentingannya masing-masing. Pergerakan buruh minyak di Balikpapan setelah proklamasi kemerdekaan terutama antara tahun 1960 – 1965 sangat progresif, dan berpengaruh terhadap berlangsungnya proses produksi industri minyak di Balikpapan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.SEJ.05/12 Pra i
Uncontrolled Keywords: OIL INDUSTRY
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > C Auxiliary sciences of history (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AKHMAD RYAN PRATAMA, 12071002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLa Ode Rabani,, S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 20 Nov 2012 12:00
Last Modified: 23 Aug 2016 07:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27113
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item