DARI ARRABITAH AL-ALAWIYAH HINGGA YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA 1928-1978

INAYAH IDRUS, 120810345 (2012) DARI ARRABITAH AL-ALAWIYAH HINGGA YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA 1928-1978. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (104kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (992kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini berjudul Dari Arrabitah Al-Alawiyah Hingga Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Surakarta 1928-1978, bertujuan untuk menjelaskan peranan etnis Arab dalam proses pendidikan dan dalam dinamika kebudayaan etnis Arab yang berkembang di Indonesia saat itu. Penelitian yang digunakan menggunakan metode sejarah. Sumber yang digunakan oleh penulis untuk melengkapi penulisan skripsi ini meliputi sumber arsip data penduduk masa kolonial, sumber arsip sekolah, koran serta wawancara dengan saksi sejarah. Pada tahun 1901 sebagai langkah permulaan beberapa tokoh masyarakat Arab berinisiatif mendirikan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan berdasarkan Islam, yang diberi nama Jamiat Kheir. Pada mulanya organisasi ini dimaksudkan sebagai wadah kerjasama dan perlindungan, tapi mencerminkan pula sentimen keagamaan yang kuat dari pendiri-pendirinya, yang selalu siap memberi bantuan pada tiap organisasi yang condong pada Islam. Sementara itu dalam masyarakat Arab sendiri terjadi perbedaan pandangan terhadap kaum sayyid. Golongan diluar sayyid merasa golongan sayyid mendapat perlakuan istemewa. Selanjutnya hal ini membuat pertikaian yang cukup tajam bagi kedua golongan ini. Golongan non-sayyid atau masayekh yang pada mulanya bergabung dalam Jamiat Khair juga pada akhirnya memisahkan diri. Lambat laun kondisi Jamiat Khair semakin menurun, kemudian etnis Arab dari golongan sayyid mendirikan sebuah sekolah untuk mengimbangi sekolah Al-Irsyad yang telah terlebih dahulu didirikan oleh golongan non-sayyid. Selanjutnya sekolah golongan sayyid ini lebih di kenal dengan nama Arrabitah Al-Alawiyah kemudia didirikan di Surakarta pada tahun 1928. Sekolah ini tidak menutup diri dari golongan diluar golongan sayyid, salah satu konseptornya merupakan keturunan Arab non-sayyid. Begitu pula untuk peserta didiknya, sekolah ini berupaya untuk menghindari diskriminasi etnis. Kesimpulan dari penelitian ini ialah dengan perkembangan zaman, sekolah Arrabitah Al-Alawiyah mengalami perubahan yang cukup signifikan, yaitu mengambil langkah untuk melakukan perubahan nama pada tahun 1966. Dari nama yang kental Arab menjadi Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro, dimana memakai nama tokoh pahlawan Nasioanal. Pada kenyataannya, perubahan nama ini membawa dampak langsung bagi Sekolah Diponegoro. Tepat pada tahun 1978 SMP Islam Diponegoro mendapatkan sokongan dana dari pemerintah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.SEJ.09/12 Idr d
Uncontrolled Keywords: EDUCATION
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > C Auxiliary sciences of history (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM
INAYAH IDRUS, 120810345UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorShinta Devi Ika Santhi Rahayu., S.S., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 20 Nov 2012 12:00
Last Modified: 23 Aug 2016 10:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27116
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item