REFLEKSI SISTEM PERKAWINAN TIONGHOA DALAM NOVEL TAKDIR KARYA SOE LIE PIT DAN KERAS HATI KARYA K. S. TIO

LINTANG CAESARENO A., 120810265 (2012) REFLEKSI SISTEM PERKAWINAN TIONGHOA DALAM NOVEL TAKDIR KARYA SOE LIE PIT DAN KERAS HATI KARYA K. S. TIO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-lintangcae-21751-8.abstrak.pdf

Download (149kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
350.gdlhub-gdl-s1-2012-lintangcae-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (689kB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini berjudul “Refleksi Sistem Perkawinan Tionghoa dalam Novel Takdir Karya Soe Lie Pit dan Keras Hati Karya K. S. Tio”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kedua novel sebagai novel realis dan memahami refleksi sistem perkawinan Tionghoa dalam novel Takdir dan Keras Hati. Alasan penelitian ini mengambil kedua novel tersebut adalah: pertama, cerita Takdir dan Keras Hati merupakan refleksi dari kehidupan sehari-hari dan sistem perkawinan masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia. Kedua, dua karya tersebut ditulis pada tahun yang sama, yaitu pada tahun 1929, walaupun dengan penulis yang berbeda tetapi menyampaikan tema yang sama. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra, yaitu pendekatan realisme sosial oleh Georg Lukacs, yakni memberi refleksi nyata atas realitas sistem kekerabatan dalam masyarakat Tionghoa sehingga dapat diketahui sistem perkawinan pada kedua tokoh utama. Segala tindakan dan peristiwa dari kedua tokoh di dalam teks menggambarkan bahwa karya Takdir dan Keras Hati merupakan novel realis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menekankan pada wilayah analisis isi (content analysis). Dalam penelitian ini terlihat bahwa novel Takdir dan Keras Hati merupakan novel realis yang mengangkat cerita berdasarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Tionghoa di Indonesia. Selain itu, juga ditemukan bahwa terdapat empat konsep sistem perkawinan Tionghoa yang menonjol dari kedua cerita. Konsep dari sistem perkawinan Tionghoa tersebut adalah: pertama, pemilihan jodoh. Kedua, pemberian mas kawin. Ketiga, adat menetap setelah perkawinan. Keempat, kebiasaan poligami dalam perkawinan orang Tionghoa totok. Keempat konsep tersebut merupakan hal yang paling menonjol dari sistem perkawinan Tionghoa dalam kedua novel. Berdasarkan keempat konsep tersebut terlihat adanya pertentangan, terutama dalam hal pemilihan jodoh. Perempuan Tionghoa pada masa itu tidak memiliki kebebasan dalah hal memilih jodoh. Pada akhirnya pertentangan tersebut akan menciptakan suatu pandangan baru dalam kebudayaan Tionghoa di Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI.40/12 Lin r
Uncontrolled Keywords: NOVEL
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1-6790 Literature (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
LINTANG CAESARENO A., 120810265UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAdi Setijowati, Dra., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Yuliana Ariandini Ayuningtyas
Date Deposited: 17 Dec 2012 12:00
Last Modified: 26 Sep 2016 03:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27164
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item