NOVEL DAN FILM RUMAH TANPA JENDELA:KAJIAN SASTRA BANDINGAN

NARENDRA PRABU ARIMURTI PERWIRANINGRAT, 120911101 (2013) NOVEL DAN FILM RUMAH TANPA JENDELA:KAJIAN SASTRA BANDINGAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-perwiranin-27767-3.perny-k.pdf

Download (256kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FS.BI.23-13 Per n.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dunia perfilman di Indonesia saat ini mengalami perkembangan pesat. Menariknya, pembuatan filmnya dapat terinspirasi dari terbitnya karya-karya sastra berupa novel, roman, atau drama. Salah satu novel Indonesia yang difilmkan adalah Rumah Tanpa Jendela. Penelitian yang berjudul Novel dan Film Rumah Tanpa Jendela: Kajian Sastra Bandingan ini memiliki dua tujuan. Tujuan pertama, menjelaskan perbandingan struktur dalam novel dan film Rumah Tanpa Jendela. Tujuan kedua, menjelaskan makna persamaan dan perbedaan dalam novel dan film Rumah Tanpa Jendela. Sebagai objek penelitian, novel berjudul Rumah Tanpa Jendela ini merupakan karya penulis Indonesia Asma Nadia. Sedangkan, film yang menjadi objek penelitian ini berjudul Rumah Tanpa Jendela karya sutradara Indonesia Aditya Gumay. Perbandingan struktur yang dimaksud meliputi: perbandingan struktur alur, tokoh, latar, dan tema dalam novel dan film Rumah Tanpa Jendela. Penelitian yang tergolong penelitian kualitatif yang menerapkan metode struktural dan metode perbandingan. Metode struktural digunakan untuk membedah peristiwa dalam teks melalui alur, tokoh, latar, dan tema. Sedangkan, metode perbandingan digunakan untuk menemukan makna persamaan dan perbedaan struktur antara keduanya. Teori yang digunakan untuk mengkaji sastra bandingan dalam penelitian ini adalah teori Sapardi Djoko Damono, sedangkan teori ekranisasi yang digunakan adalah teori Pamusuk Eneste. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel dan film Rumah Tanpa Jendela terdapat: (1) unsur penambahan (dalam novel ada sebuah peristiwa ataupun tokoh yang ditambahkan ke dalam film, sehingga film tampak lebih menarik), (2) unsur penciutan (ada pengurangan peristiwa ataupun latar dari novel ke film), dan (3) perubahan variasi (ada beberapa perubahan watak tokoh dari novel yang menjadi film). Selanjutnya, makna yang tercermin dari persamaan dan perbedaan antara novel dan film Rumah Tanpa Jendela adalah bahwa secara tidak langsung memperlihatkan kehidupan kalangan bawah (orang miskin) yang diwakili dengan tokoh Rara dan kesenjangan sosial antara miskin maupun kaya (Rara dan Aldo).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI. 23/13 Per n
Uncontrolled Keywords: KAJIAN SASTRA BANDINGAN
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1-6790 Literature (General)
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN241-241.5 Translating as a literary pursuit
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
NARENDRA PRABU ARIMURTI PERWIRANINGRAT, 120911101UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAdi Setijowati, Dra., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 28 Oct 2013 12:00
Last Modified: 05 Aug 2016 03:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27247
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item