HUBUNGAN POLITIK NAHDLATUL ULAMA (NU) DENGAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) PADA PEMILU DI SURABAYA 1973 - 1987

HAMZAH RIZQI KURNIAWAN, 120810357 (2013) HUBUNGAN POLITIK NAHDLATUL ULAMA (NU) DENGAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) PADA PEMILU DI SURABAYA 1973 - 1987. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (full text)
FS.Sej..compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang hubungan politik Nuhdlatul Ulama (NU) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu di Surabaya tahun 1973 – 1987. Permasalahan yang diangkat adalah tentang politik NU. Masuk ke pada masa pergantian dari Orde Lama ke Orde Baru dimana pada saat itu NU pada tanggal 5 Junuari 1973 diharuskan berfusi ke tubuh PPP. Setelah NU menyatakan diri untuk komitmen dengan PPP pada hasil fusi untuk melebur dalam satu partai PPP pada pemilu 1977 - 1987 di Surabaya. Serta konflik internal NU Surabaya pada pemilu di PPP, dan dengan keluarnya hasil muktamar Situbondo 1984 yang memutuskan NU untuk kembali keorganisasi sosial keagamaan serta adanya penggembosan pada kampanye PPP oleh kalangan NU di Surabaya. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode sejarah. Metode ini memiliki tahap pencarian topik, tahap pengumpulan sumber data, verifikasi atau kritik sumber (tahap untuk memperoleh kelayakaan sumber), tahap interpretasi atau penafsiran, dan tahap penulisan yang dilakukan secara objektif. Sumber yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah arsip – arsip dari surat kabar Surabaya Post edisi Februari – Desember 1976, 1982, 1987 yang menuliskan aktivitas kampanye PPP di Kotamadya Surabaya dan pecahnya suara NU ke dalam tubuh PPP yang mengakibatkan retaknya suara PPP. Serta dari arsip Musium NU Surabaya yang menyimpan dokumen penting hasil surat keputusan muktamar NU di Situbondo 1984 dan surat pernyataan internal NU Surabaya untuk bergabung dengan PPP pada tahun 1973 di Surabaya. Penulis juga mengunakan metode wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai hubungan politik NU pada PPP dan aktivitas kampanye di Surabaya sampai dengan konflik internal NU Surabaya. Beberapa narasumber yang berhasil ditemui adalah Muslimin selaku sekretaris DPW PPP tahun 1977. Selain itu, penulis juga melakukan wawancara Husni Thamrin selaku wakil ketua DPC PPP Surabaya. Penulis dalam penelitian ini menemukan bahwa NU pada masa Orde Baru diharuskan berfusi dengan PPP pada tahun 1973 serta konflik internal NU yang di pusat berdampak juga pada pemilu di Surabaya. Keluarnya hasil muktamar Situbondo yang mengharuskan NU kembali ke khittah yaitu kembali ke organisasi keagamaan, oleh karena itu, aktivitas pemilu di Surabaya mengalami penurunan suara dikarenakan adanya penggembosan suara PPP oleh kalangan internal NU di Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.Sej. 09/13 Kur h
Uncontrolled Keywords: POLITICAL RELATIONS
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HAMZAH RIZQI KURNIAWAN, 120810357UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorGayung Kasuma,, S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 19 Dec 2013 12:00
Last Modified: 17 Jul 2017 00:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27335
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item