PEMBANGUNAN MONUMEN PERJUANGAN KADET SOEWOKO: SIMBOLISME MILITER DI KABUPATEN LAMONGAN (1972-1976)

TAUFAN WIRID ANUGRAH, 120810329 (2013) PEMBANGUNAN MONUMEN PERJUANGAN KADET SOEWOKO: SIMBOLISME MILITER DI KABUPATEN LAMONGAN (1972-1976). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-anugrahtau-32394-8.-abstr-i.pdf

Download (80kB) | Preview
[img] Text (full text)
FS.Sej.15-13%20Anu%20p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penulisan ini mengambil tema pembangunan monumen perjuangan Kadet Soewoko di Kabupaten Lamongan, antara tahun 1972 hingga tahun 1976. Skripsi ini akan melihat bagaimana simbolisasi rezim Orde Baru yang diwujudkan dengan pembangunan monumen perjuangan Kadet Soewoko di Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan data (heuristik), verifikasi (pengklasifikasian sumber), interpreatsi dan historiografi. Data-data yang banyak digunakan adalah arsip surat keputusan bupati Lamongan perihal pendirian monumen perjuangan Kadet Soewoko, koleksi khusus yang didapat dari Kantor Arsip dan Kepustakaan Daerah Kabupaten Lamongan maupun Kodim 0812 Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menemukan fakta bahwa pembangunan monumen perjuangan Kadet Soewoko tidak terlepas dari pengaruh militer pada masa Orde Baru, hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat keputusan yang dikeluarkan oleh markas besar angkatan darat perihal pendirian monumen perjuangan disetiap daerah yang ada di Indonesia, selain itu panitia yang terlibat dalam pembangunan monumen perjuangan Kadet Soewoko didominasi orang-orang yang berlatar belakang militer. Hal tersebut mengindikasikan adanya hegemoni militer disegala lini kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan. Salah satu cara melalui seminar Angkatan Darat yang diadakan pada tahun 1972 yang isinya mengedarkan versi militer kepada masyarakat Indonesia melalui memoar, film, museum, buku-buku pelajaran sekolah dan pendirian monumen-monumen yang didedikasikan kepada militer. Pendirian monumen militer pada masa Orde Baru marak terjadi di Indonesia, artinya Orde Baru berusaha membangun persepsi di mata masyarakat yang bertujuan untuk mempromosikan peranan militer yang begitu besar selama periode revolusi kemerdekaan. Langkah Orde Baru untuk membuat monumen militer yaitu dengan cara menciptakan pahlawan-pahlawan lokal yang berlatar belakang militer dengan membuat suatu rekaman peristiwa kepahlawanan yang dapat diterima masyarakat pada umumnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.Sej. 15/13 Anu p
Uncontrolled Keywords: SIMBOLISME
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN50-995 By region or country
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsEmail
TAUFAN WIRID ANUGRAH, 120810329UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPradipta Niwandhono,, S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 19 Dec 2013 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 17:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27340
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item