DINAMIKA KELOMPOK SOSIALIS DI INDONESIA (1945-1950)

Permana, Rangga Satria, NIM. 120110278 (2007) DINAMIKA KELOMPOK SOSIALIS DI INDONESIA (1945-1950). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-permanaran-5487-fssej1-k.pdf

Download (328kB) | Preview
[img] Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2007-permanaran-5487-fssej1-7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa kelompok kiri (Marxisme) memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk dan mendewasakan konsep nasionalisme di Indonesia. Pengaruh ajaran Marxisme dan persinggungannya dengan dunia Barat, secara langsung telah mempengaruhi para tokoh-tokoh Indonesia dalam merumuskan konsep nasionalismenya. Ajaran Marxisme yang dijadikan landasan ideologi bagi kelompok-kelompok kiri di Indonesia telah memberikan corak baru bagi perjuangan bangsa Indonesia, terutama pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia sampai tahun-tahun pertama kemerdekaan Indonesia. Pengaruh dunia Barat dan ajaran Marxisme, terutama lingkungan sosial demokrat di Eropa Barat telah memicu lahirnya kaum sosialis di Indonesia. Persinggungan dengan lingkungan sosial demokrat di Barat telah mempengaruhi tokoh-tokoh Indonesia dalam menerapkan prinsip-prinsip sosial demokrat di Eropa Barat sesuai dengan kondisi di Indonesia. Kaum sosialis Indonesia tidak hanya memperjuangkan cita-cita sosialisme seperti kaum sosialis di Eropa, tetapi juga membuat perbedaan secara mendasar dengan kaum komunis. Selain itu, kaum sosialis Indonesia juga membuat perbedaan dengan kaum sosial demokrat di Eropa Barat dengan merumuskan sosialisme sesuai dengan kondisi Indonesia, yaitu sosialisme kerakyatan. Pada tahun-tahun pertama setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, kelompok sosialis memiliki peran yang cukup besar dalam mengambil kebijakan¬kebijakan pemerintah, baik kebijakan dalam negeri maupun luar negeri. Perubahan sistem pemerintahan presidensil menjadi sistem pemerintahan parlementer dan diplomasi merupakan kebijakan dari kelompok sosialis dalam membangun demokrasi dalam persaingan politik di dalam negeri dan memperjuangkan kedaulatan de facto atas Indonesia di dunia internasional. Dekrit Wakil Presiden 16 Oktober 1945 yang memberikan kekuasaan kepada KNIP sebagai legeslatif Indonesia, ternyata juga memberikan ruang kepada kelompok sosialis, terutama Sutan Sjahrir untuk mengubah KNIP menjadi parlemen Indonesia dengan komposisi partai-partai politik dari berbagai aliran yang hidup di Indonesia. Meskipun jumlah wakilnya di KNIP tidak sebanyak Masyumi dan Partai Nasional Indonesia (PNI), tetapi melalui perubahan-¬perubahan konstitusi negara inilah yang membuat kelompok sosialis memiliki peran penting dalam menjalankan pemerintahan. Di sinilah kaum sosialis Indonesia muncul sebagai suatu kelompok yang disegani dan diperhitungkan oleh kawan-kawannya maupun lawan-lawannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej 13/07 Per d
Uncontrolled Keywords: INDONESIA � HISTORY � 20TH CENTURY; SOCIALIS
Subjects: H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Permana, Rangga Satria, NIM. 120110278UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSarkawi B Husain, S.S.,M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 26 Nov 2007 12:00
Last Modified: 05 Jul 2017 23:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27356
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item